alexametrics

Waspadai Virus Corona Berdampak ke Ekonomi RI Kuartal I/2020

loading...
Waspadai Virus Corona Berdampak ke Ekonomi RI Kuartal I/2020
Wabah virus corona yang mulai menyebar ke banyak negara membuat ekonomi terhambat, sehingga berdampak pada pertumbuhan tidak terkecuali bagi Indonesia. Foto/Dok
A+ A-
JAKARTA - Wabah virus corona yang mulai menyebar ke banyak negara membuat ekonomi terhambat, sehingga berdampak pada pertumbuhan ekonomi tidak terkecuali bagi Indonesia. Hal ini diakui oleh Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani akan berdampak pada ekonomi kuartal I tahun 2020 yang bakal sedikit mengalami tekanan.

Namun menurutnya pertumbuhan ekonomi akan dipengaruhi musiman yang mana bisa berubah mengikuti kondisi ekonomi global. "Kami upayakan kalau kuartal pertama nanti angkanya sesuai dengan musiman. Jadi ada faktor musiman dari faktor konsumsi, investasi ekspor dan impor jadi nanti kami akan lihat," kata Menkeu Sri Mulyani di Jakarta, Rabu (12/2/2020).

Data Badan Pusat Statistik (BPS) memperlihatkan pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar 5,02% (year on year/yoy) sepanjang 2019. Pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2019 tak mencapai target pemerintah. Sementara pada awal 2020, tekanan ekonomi berpotensi berlanjut dan makin memperlambat laju pertumbuhan kuartal I-2020.



Guna mengantisipasi hal itu, Menkeu sesuai dengan instruksi Presiden mengebut belanja Kementerian dan Lembaga (K/L) termasuk belanja untuk barang dan modal dikebut realisasinya. "Apapun kita lakukan, yang cepat harus dicairkan," jelasnya.

Sebelumnya Direktur Pelaksana Bank Dunia Mari Elka Pangestu mengatakan, yang paling berdampak dari virus ini adalah China yang akan membuat perekonomiannya semakin melambat. Melambatnya perekonomian China otomatis akan berdampak pula bagi perekonomian Indonesia sebagai mitra dagangnya.

"Yang akan lebih besar dampaknya ke perekonomian kalau memang pertumbuhan ekonomi China itu turun, karena setiap 1% penurunan perekonomian China itu menyebabkan penurunan pertumbuhan ekonomi kita sebesar 0,3%. Ini menurut makro model yang pernah dilakukan hitung-hitungannya," ujar Maria Elka.
(akr)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Facebook
  • Disqus
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak