LPG 3 Kg Tak Lagi Beredar di Warung Pengecer, Menteri Bahlil: Untuk Menertibkan Harga
Senin, 03 Februari 2025 - 14:23 WIB
loading...
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia buka suara terkait kebijakan LPG 3 Kg yang tidak lagi disalurkan ke warung pengecer. Foto/Dok
A
A
A
JAKARTA - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia buka suara terkait kebijakan LPG 3 Kg yang tidak lagi disalurkan ke warung pengecer. Menurut Bahlil, kebijakan penyaluran gas3 Kg hanya ke pangkalan LPG resmi bukan tanpa alasan.
Bahlil menjelaskan, bahwa langkah tersebut sengaja diambil untuk menghindari permainan harga yang terjadi di lapangan. Dengan LPG 3 Kg kini hanya bisa didapat dari pangkalan, maka harganya diharapkan bisa lebih tertib dan sesuai dengan yang ditetapkan pemerintah.
Baca Juga: Beli LPG 3 Kg Harus dari Pangkalan, Pertamina Pastikan Harga Lebih Murah
"Selama ini kan Pertamina menyuplai ke agen, agen menyuplai ke pangkalan, pangkalan menyuplai ke pengecer. Laporan yang masuk ke kami itu, kan ada yang memainkan harga," ungkap Bahlil dalam konferensi pers yang digelar di Jakarta, Senin (3/2/2025).
Lebih jauh Bahlil mengungkapkan, pemerintah telah memberikan subsidi sebesar Rp12.000 per kg. Namun dengan adanya pihak yang memainkan harga, maka harga yang sampai ke masyarakat lebih tinggi.
Bahlil menjelaskan, bahwa langkah tersebut sengaja diambil untuk menghindari permainan harga yang terjadi di lapangan. Dengan LPG 3 Kg kini hanya bisa didapat dari pangkalan, maka harganya diharapkan bisa lebih tertib dan sesuai dengan yang ditetapkan pemerintah.
Baca Juga: Beli LPG 3 Kg Harus dari Pangkalan, Pertamina Pastikan Harga Lebih Murah
"Selama ini kan Pertamina menyuplai ke agen, agen menyuplai ke pangkalan, pangkalan menyuplai ke pengecer. Laporan yang masuk ke kami itu, kan ada yang memainkan harga," ungkap Bahlil dalam konferensi pers yang digelar di Jakarta, Senin (3/2/2025).
Lebih jauh Bahlil mengungkapkan, pemerintah telah memberikan subsidi sebesar Rp12.000 per kg. Namun dengan adanya pihak yang memainkan harga, maka harga yang sampai ke masyarakat lebih tinggi.
Lihat Juga :