alexametrics

Tekan Disparitas Harga, Pemanfaatan Tol Laut Terus Didorong

loading...
Tekan Disparitas Harga, Pemanfaatan Tol Laut Terus Didorong
Pemerintah Daerah, BUMN, operator, pelaku usaha, dan seluruh pengguna tol laut dihimbau agar semakin berperan dalam memaksimalkan pemanfaatan tol laut melalui gerai maritim. Foto/Dok
A+ A-
JAKARTA - Pemerintah Daerah, Badan Usaha Milik Negara (BUMN), operator, pelaku usaha, dan seluruh pengguna tol laut dihimbau agar semakin berperan dalam memaksimalkan pemanfaatan tol laut melalui gerai maritim pada 2020. Hal ini sebagai upaya untuk menekan disparitas harga, serta dapat menjamin ketersediaan barang kebutuhan pokok.

“Pemanfaatan optimal tol laut/gerai maritim diharapkan dapat menjamin ketersediaan barang kebutuhan pokok dan barang penting (bapokting) dan memangkas biaya distribusi sehingga menurunkan disparitas harga di daerah terpencil, terluar, dan perbatasan; sekaligus tentu digunakan untuk mendorong ekspor,” jelas Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Kementerian Perdagangan (Kemendag) Suhanto saat membuka Rapat Koordinasi Gerai Maritim Pemanfaatan Tol Laut di Mataram, Nusa Tenggara Barat, Rabu (13/2/2010).

Dia pun mengatakan fluktuasi harga yang tinggi dan seringkali terjadi di daerah tertinggal, terpencil, terluar, dan perbatasan dapat dihindari. Hal ini berdasarkan laporan evaluasi dari daerah, pelaksanaan tol laut dihadapkan pada beberapa tantangan.



Antara lain rute kapal yang tidak sesuai dengan ketentuan yang telah ditetapkan Kementerian Perhubungan, terbatasnya peralatan bongkar muat dan tenaga kerja di pelabuhan, serta masih terjadi ketidaksesuaian jenis barang yang diangkut dengan ketentuan yang berlaku. "Optimalisasi pemanfaatan tol laut dapat menurunkan disparitas harga," jelasnya.

Dinas Perdagangan setempat melaporkan, pada 2019 rata-rata harga bapokting di beberapa daerah mengalami penurunan harga jika dibandingkan dengan harga barang yang diangkut melalui kapal swasta. Penurunan paling tinggi dicapai untuk komoditas telur ayam (37,78 %) dan ayam beku (33,33 %) di Kabupaten Fakfak; tepung terigu (31,67 persen) di Kabupaten Kepulauan Tanimbar.

Sedangkan minyak goreng (23,08%) di Kabupaten Sabu Raijua; gula (20,00 persen) di Kabupaten Maluku Barat Daya, Kabupaten Asmat, Kabupaten Mamberamo Raya, Kabupaten Wakatobi; Semen (19,44 persen) di Kabupaten Mamberamo Raya dan Beras (16,67%) di Kabupaten Alor. “Pemangku kepentingan tol laut/gerai maritim diharapkan terus bekerja sama membenahi dan menjalankan aktivitas perdagangan di tol laut agar tujuan program tol laut dapat tercapai,” tegas Suhanto.
(akr)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Facebook
  • Disqus
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak