Langka di Mana-mana, Ini Syarat Beli LPG 3 Kg di Pangkalan Resmi

Selasa, 04 Februari 2025 - 15:24 WIB
loading...
Langka di Mana-mana,...
Pemerintah menetapkan kebijakan baru penjualan liquefied petroleum gas (LPG) 3 kg per 1 Februari 2025. FOTO/dok.SINDOnews
A A A
JAKARTA - Pemerintah menetapkan kebijakan penjualan liquefied petroleum gas ( LPG ) 3 kg per 1 Februari 2025. Dalam kebijakan baru ini, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) melarang penjualan LPG 3 kg sampai ke tingkat pengecer atau warung kelontong.

Masyarakat dipaksa harus membeli LPG 3 kg langsung ke pangkalan resmi yang telah ditetapkan oleh Pertamina. Lantas syarat apa yang harus dipenuhi untuk bisa membeli gas LPG 3 kg di pangkalan resmi?

Baca Juga: Istana Pastikan Warung Kelontong Bisa Kembali Jual Gas LPG 3 Kg Hari Ini

Untuk masyarakat yang ingin membeli gas LPG 3 kg di pangkalan, syaratnya perlu menujukkan Nomor Induk Kependudukan (NIK) atau Kartu Tanda Penduduk (KTP) dengan tujuan agar penerima subsidi bisa tetap sasaran.

Masyarakat bisa mengecek daftar pangkalan resmi sesuai domisili masing-masing secara online melalui laman https://subsiditepatlpg.mypertamina.id/infolpg3kg. Daftar pangkalan resmi tersebut bisa di klik melalui browser hp.

1. Klik tanda panah pada kolom Lokasi Pangkalan Terdekat
2. Cari lokasi pangkalan terdekat dari lokasi Anda yang muncul
3. Klik Rute untuk mengetahui lokasi tepat.
4. Pastikan pengaturan lokasi di hp Anda aktif agar memudahkan pencarian lokasi pangkalan gas elpiji 3 kg.
5. Harga LPG 3 kg yang dijual di pangkalan resmi Pertamina sesuai dengan Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditetapkan masing-masing pemerintah daerah.

Langka di Mana-mana

Pemerintah mengakui sulitnya warga untuk mendapatkan LPG 3 kg di pasaran dalam beberapa waktu terakhir merupakan dampak sementara dari transisi regulasi distribusi gas bersubsidi. Terhitung per 1 Februari 2025, pembelian LPG 3 kg tidak lagi dapat dilakukan di tingkat pengecer, melainkan sepenuhnya hanya bisa dilakukan di pangkalan resmi Pertamina.

Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia, memastikan tidak ada pemangkasan kuota LPG 3 kg. Adapun sulitnya warga mendapat gas LPG 3 kg merupakan dampak sementara dari upaya perbaikan distribusi gas bersubsidi agar lebih tepat sasaran.

"Mohon kasih kami waktu sedikit saja, akan kami selesaikan ini. Barangnya tidak langka, saya jamin itu," ujar dia dalam konferensi pers kinerja Kementerian ESDM Tahun 2024 di Jakarta, Senin (3/2/2025).

Baca Juga: Antre Berjam-jam untuk Dapatkan LPG 3 Kg, Warga Bogor: Nyiksa Rakyat

Bahlil mengklaim larangan penjualan LPG 3 kg di tingkat pengecer demi ketepatan sasaran bagi masyarakat miskin. Di samping itu untuk mengontrol agar harganya tidak dipermainkan di tingkat pengecer sehingga membuat harga gas bersubsidi tersebut lebih mahal dari harga eceran tertinggi (HET).

Menteri Keuangan Sri Mulyani dalam kesempatan berbeda menyebutkan harga resmi LPG 3 kg seharusnya berada di level Rp12.750 per tabung di masyarakat. Namun, yang terjadi di pasaran harga LPG 3 kg melambung hingga di atas Rp20.000 per tabung.

(nng)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Pertamina Masuk Fortune...
Pertamina Masuk Fortune Southeast Asia 500, Cermin Kekuatan Ekonomi Nasional di Mata Dunia
Bukan Rp16.250, Harga...
Bukan Rp16.250, Harga Asli Pertamax Seharusnya Rp20.200 per Liter
Menkop: Warga Bisa Jual...
Menkop: Warga Bisa Jual Minyak Jelantah ke Kopdes Merah Putih
Bahlil Jamin Harga BBM...
Bahlil Jamin Harga BBM Pertalite dan LPG 3 Kg Tidak Naik
Harga Pertamax Melejit...
Harga Pertamax Melejit Jadi Rp16.250, Kelas Menengah Kian Terjepit
Pangkas 79 Ton Emisi...
Pangkas 79 Ton Emisi per Tahun, Pertamina Perluas Penggunaan Energi Bersih di Kapal Tanker
Pertamina Hulu Rokan...
Pertamina Hulu Rokan Buka Magang Kerja 2026 untuk Lulusan D3-S1, Cek Syaratnya
Pertamina Dikabarkan...
Pertamina Dikabarkan Melarang Mobil 1.400cc Diisi Pertalite, Ini Daftar Kendaraanya
Survei Nasional: 83,7...
Survei Nasional: 83,7 Persen Publik Puas Kinerja Pertamina
Rekomendasi
FIFA Gencar Berantas...
FIFA Gencar Berantas Ujaran Kebencian di Piala Dunia 2026
Daya Tarik Menarik Thailand:...
Daya Tarik Menarik Thailand: Eksplorasi Kota Bangkok dan Keindahan Pesisir Pattaya
FIFA Beri Lampu Hijau,...
FIFA Beri Lampu Hijau, Michael Oliver Pimpin Laga Belanda vs Swedia
Berita Terkini
Cetak Sejarah, Hanasui...
Cetak Sejarah, Hanasui Jadi Serum Indonesia Pertama yang Diekspor ke Jepang
Lanjutkan Dedolarisasi,...
Lanjutkan Dedolarisasi, China dan Indonesia Buang Dolar Rp229,6 Triliun dalam 4 Bulan
OJK Rilis Daftar Direksi...
OJK Rilis Daftar Direksi BEI Baru, Ada 7 Direktur Terpilih
APKB Dorong Penyempurnaan...
APKB Dorong Penyempurnaan Regulasi Kawasan Berikat: Menjaga Daya Saing Industri dan Investasi
PLN EPI Tuntaskan Hot...
PLN EPI Tuntaskan Hot Tap WNTS-Pemping, Gas Natuna Siap Mengalir ke Dalam Negeri
Harga Batu Bara buat...
Harga Batu Bara buat PLN Bakal Naik, Begini Penjelasan Bahlil
Infografis
3 Syarat Iran di Selat...
3 Syarat Iran di Selat Hormuz: Aturan Ketat untuk Kapal yang Melintas
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved