alexametrics

Bahlil Jamin Peringkat Kemudahan Berusaha RI Posisi 40 di 2023

loading...
Bahlil Jamin Peringkat Kemudahan Berusaha RI Posisi 40 di 2023
Kepala BKPM Bahlil Lahadalia mengatakan, target peringkat kemudahan berusaha atau EoDB Indonesia yang untuk naik peringkat ke posisi 40 baru bisa dicapai dalam tiga tahun ke depan. Foto/Dok
A+ A-
JAKARTA - Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia mengatakan, target peringkat kemudahan berusaha atau ease of doing business (EoDB) Indonesia yang dipasang Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk naik peringkat ke posisi 40 baru bisa dicapai dalam tiga tahun ke depan. Dia juga menekankan BKPM siap memperbaiki setiap komponen pada ekonomi untuk mendongkrak posisi Indonesia yang saat ini bertengger di peringkat 73.

Bahlil Lahadalia mengutarakan, pada tahun 2023 peringkat bisnis akan mencapai posisi ke-40 seusai target dari Joko Widodo (Jokowi). "Saya pikir itu beberapa hal yang perlu disampaikan dan kami targetkan tahun 2021, EODB kita akan naik peringkat. Lalu sesuai presiden, 2023 menjadi 40," ujar Bahlil di Jakarta, Kamis (13/2/2020).

(Baca Juga: Instruksi Jokowi Genjot Kemudahan Berusaha Indonesia ke Peringkat 40)



Lebih lanjut Ia menerangkan, dari 11 indikator Easy of Doing Business (EODB) pihaknya diterangkan sudah melakukan beberapa perbaikan. Adapun perizinan IMB dari 191 hari sekarang dipangkas hanya menjadi 54 hari di Kementerian PUPR. Tak hanya itu dari biaya yang tadinya Rp121 Juta kini menjadi Rp40 Juta.

"Dari anggaran Rp121 juta menjadi 40 juta lebih. Itu salah satu contoh perbaikan yang kita lakukan, termasuk di dalamnya perdagangan luar negeri," jelasnya.

Menurut Bahlil, langkah itu adalah salah satu contoh perbaikan yang sudah dilakukan untuk perbaikan peringkat kemudahan berusaha di Indonesia. "Juga kita bagaimana mensimplifikasi dari sisi persyaratan maupun sisi waktu," paparnya.
(akr)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Facebook
  • Disqus
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak