Panama Buang Proyek Belt and Road China Dibayangi Ancaman Trump

Rabu, 05 Februari 2025 - 09:51 WIB
loading...
Panama Buang Proyek...
Panama tampaknya telah tunduk pada gaya diplomasi agresif Donald Trump dengan membuang keterlibatannya dalam inisiatif Belt and Road China. Foto/Dok
A A A
JAKARTA - Panama tampaknya telah tunduk pada gaya diplomasi agresif Donald Trump dengan membuang keterlibatannya dalam inisiatif Belt and Road China . Diketahui Amerika Serikat (AS) menyoroti pengaruh dan kendali China atas Terusan Panama.

Selama kunjungan luar negeri pertamanya sebagai menteri luar negeri, Marco Rubio mengutarakan, kekhawatiran atas "kontrol" Beijing atas jalur air utama yang dapat memaksa AS untuk "mengambil langkah-langkah yang diperlukan untuk melindungi hak-haknya".

Baca Juga: Mengapa Trump Ingin Mencaplok Panama?

Kanal, yang dibangun oleh AS dan menghubungkan Samudra Atlantik dan Pasifik, adalah rute perdagangan utama dan AS merupakan pengguna terbesarnya. Kehadiran China melalui perusahaan berbasis di Hong Kong yang mengoperasikan dua pelabuhan di dekat pintu masuk Terusan Panama dinilai sebagai ancaman terhadap jalur perairan itu. m

Bahkan hal itu menurutnya melanggar perjanjian AS-Panama, yang mengatur soal netralitas yang ditandatangani tahun 1977 silam. Masih belum diketahui apa yang bakal dilakukan AS untuk menekan pengaruh China di Panama.

Setelah pertemuan tingkat tinggi pada akhir pekan kemarin, Presiden Panama, Jose Raul Mulino mengatakan, dia menekankan "tidak ada keraguan" negaranya mempertahankan kedaulatan atas Terusan Panama.

Ia juga mengaku telah memberi tahu Rubio tentang keputusan "penting" untuk tidak memperbarui perjanjian Belt and Road 2017 dengan China untuk menjadi bagian dari proyek infrastruktur besar-besarannya.

Perjanjian yang dijuluki Jalur Sutra baru itu, terkait pembangunan jaringan kereta api, pelabuhan, dan infrastruktur lainnya senilai USD1 triliun yang tersebar di seluruh dunia.

Mulino menambahkan, dia sedang mempertimbangkan apakah perjanjian itu dapat diakhiri lebih cepat dan mengatakan pihak berwenang sedang mengaudit sebuah perusahaan yang berbasis di Hong Kong yang mengelola dua pelabuhan di dekat pintu masuk kanal Panama.

Terlepas dari kemenangan Trump, Ia kembali menyuarakan keinginannya untuk "mengambil kembali" terusan, yang dikembalikan ke Panama di bawah perjanjian 1977.

"China menjalankan Terusan Panama yang tidak diberikan kepada China, yang diberikan kepada Panama dengan bodoh, tetapi mereka melanggar perjanjian," kata Trump kepada wartawan.

Ia menambahkan: "Dan kami akan mengambilnya kembali, atau sesuatu yang sangat kuat akan terjadi."

Trump menyuarakan ambisinya dalam jalur transportasi air itu selama pidato pelantikannya, ketika dia mengklaim kapal-kapal AS "sangat dibebankan dan tidak diperlakukan secara adil" oleh Otoritas Terusan Panama.

Dia juga menuding China "mengoperasikan" terusan, serta menambahkan: "Kami tidak memberikannya kepada China, kami memberikannya ke Panama dan kami mengambilnya kembali."

Mulino mengatakan, kepada wartawan bahwa Panama akan berusaha bekerja sama dengan AS dalam investasi baru, termasuk proyek infrastruktur. Baca Juga: Bangun Belt and Road, China Beri Pinjaman Rp3.609 Triliun ke 22 Negara Berkembang

"Saya tidak merasa bahwa ada ancaman nyata saat ini terhadap perjanjian, validitasnya, atau apalagi penggunaan kekuatan militer untuk merebut kanal," kata Mulino.

(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Menkeu Purbaya di Nankai...
Menkeu Purbaya di Nankai University: Mesin Ekonomi Indonesia Melaju Kencang, Fiskal Sehat dan Tangguh
Menkeu Purbaya: Panda...
Menkeu Purbaya: Panda Bond Indonesia Dapat Dukungan Penuh Bank Sentral China
Lanjutkan Dedolarisasi,...
Lanjutkan Dedolarisasi, China dan Indonesia Buang Dolar Rp229,6 Triliun dalam 4 Bulan
Tantang Dominasi Dolar...
Tantang Dominasi Dolar AS, China Perluas Penggunaan Yuan secara Global
Terbitkan Panda Bond,...
Terbitkan Panda Bond, Menkeu Purbaya Kantongi Dukungan China
Indonesia Raih Komitmen...
Indonesia Raih Komitmen Pendanaan AIIB USD17 Miliar, Bukti Kepercayaan pada Fiskal RI
AS Kerahkan Sistem Rudal...
AS Kerahkan Sistem Rudal Canggih Typhon ke Jepang, Dapat Menargetkan China
Pertama Kalinya, China...
Pertama Kalinya, China Pamer Peluncuran Rudal Hipersonik Dongfeng-17 sebagai Pesan untuk AS
Standar Keselamatan...
Standar Keselamatan Kendaraan Listrik Baru China Lebih Ketat!
Rekomendasi
Sepak Bola Gelorakan...
Sepak Bola Gelorakan Kampanye Dont Stop The Celebration, Ajak Masyarakat Rayakan Kebersamaan
Doa Anak Yatim Diyakini...
Doa Anak Yatim Diyakini Mustajab, Benarkah?
UU Polri Baru Dinilai...
UU Polri Baru Dinilai Perkuat Transformasi Polri dan Dukung Asta Cita
Berita Terkini
Rupiah Tergerus Sentimen...
Rupiah Tergerus Sentimen Eksternal, Hari Ini Berakhir Tembus Rp17.843 per USD
Gelontorkan Diskon Tiket...
Gelontorkan Diskon Tiket Transportasi hingga 30%, Pemerintah Siapkan Anggaran Rp1,54 Triliun
Tips MotionTrade: Modus...
Tips MotionTrade: Modus Penipuan Berkedok Customer Service, Investor Wajib Waspada!
IHSG Hari Ini Berakhir...
IHSG Hari Ini Berakhir Ambles ke 6.116, Transaksi Cetak Rp13,4 Triliun
Penerbangan Umrah Dipindah...
Penerbangan Umrah Dipindah Mulai 1 Juli 2026, Terpusat di Terminal 2F Bandara Soetta
Purbaya Pede Harga BBM...
Purbaya Pede Harga BBM Pertamax Bakal Turun Efek Damai AS-Iran
Infografis
Apa Itu Dilema Malaka?...
Apa Itu Dilema Malaka? Strategi AS Cekik Minyak China, Berpotensi Seret Indonesia dalam Konflik
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved