Jelang Cuti Lebaran 2025, Pemerintah Kaji Work From Anywhere

Rabu, 05 Februari 2025 - 14:58 WIB
loading...
Jelang Cuti Lebaran...
Pemerintah mengkaji skema Work From Anywhere (WFA) bagi para pekerja baik pegawai negeri maupun swasta menjelang cuti Lebaran 2025. Foto/Dok
A A A
JAKARTA - Pemerintah mengkaji skema Work From Anywhere (WFA) bagi para pekerja baik pegawai negeri maupun swasta menjelang cuti Lebaran 2025 . Rencana ini menjadi salah satu upaya pemerintah mengurai kemacetan arus mudik, dengan tetap memastikan aktivitas pekerjaan berjalan sebagaimana mestinya.

Menteri Koordinator Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menyampaikan, pembahasan mengenai skema WFA ini telah dilakukan dengan berbagai pihak terkait, termasuk Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN-RB).

Baca Juga: Berlakukan Work From Anywhere, Pemprov Jabar Klaim Hemat Anggaran 30 Persen

“Kita sedang menghitung benar untuk skema Work From Anywhere di beberapa hari sebelum kita nyatakan masuk ke cuti atau libur Lebaran," ujar AHY di kantornya, Rabu (5/2).

WFA merupakan singkatan dari Work From Anywhere yang merupakan sistem kerja fleksibel yang memungkinkan karyawan bekerja dari mana saja. AHY menegaskan WFA bukan berarti tidak bekerja, tetapi karyawan dipersilahkan untuk tidak harus masuk kantor.

“Sehingga para pegawai bisa memulai melakukan perjalanan, sambil tetap bekerja dan tetap online," jelasnya.

Meski demikian, skema ini masih dalam tahap kajian bersama kementerian lainnya. AHY mengakui pemerintah memerlukan perhitungan matang, termasuk menentukan hari dimulainya kebijakan tersebut.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Rupiah Keok Lawan Dolar...
Rupiah Keok Lawan Dolar AS, Hari Ini Berakhir Sentuh Rp17.839
Ekonomi Singapura Melesat...
Ekonomi Singapura Melesat 6% Berkat Demam AI, Mengapa Masih Kirim Sinyal Bahaya?
Dalih Iran Soal Penutupan...
Dalih Iran Soal Penutupan Ketat di Selat Hormuz, Stabilitas Harga Energi Masih Jauh
Kebijakan WFA Berhasil...
Kebijakan WFA Berhasil Urai Kepadatan Mudik hingga 17,94 Persen
Rupiah Masih Rapuh,...
Rupiah Masih Rapuh, Hari Ini Sentuh Level Rp17.104 per USD
Tahan Harga BBM Subsidi,...
Tahan Harga BBM Subsidi, Purbaya: Instruksi Langsung Presiden!
Sukses Amankan Mudik...
Sukses Amankan Mudik Lebaran 2026, Kepercayaan Publik ke Polri Melesat ke Peringkat 4 Besar
Survei Indikator: Beragam...
Survei Indikator: Beragam Program Pemerintah Sukses Kawal Mudik 2026
Arus Mudik dan Balik...
Arus Mudik dan Balik 2026 Lancar, Korlantas Polri Raih Presisi Award dari Lemkapi
Rekomendasi
Sidang PK Nikita Mirzani...
Sidang PK Nikita Mirzani Ditunda hingga 1 Juli 2026, Kuasa Hukum Ungkap Alasannya
Evaluasi 6 Bulan KUHP-KUHAP...
Evaluasi 6 Bulan KUHP-KUHAP Baru, Jaksa Agung Sebut Masih Ada Ketidakseragaman di Lapangan
KPK Kembali Periksa...
KPK Kembali Periksa Mantan Dirjen PHU Hilman Latief terkait Kasus Kuota Haji
Berita Terkini
Prabowo Prediksi Indonesia...
Prabowo Prediksi Indonesia Swasembada BBM 3 Tahun Lagi
Potongan Aplikasi Gojek...
Potongan Aplikasi Gojek Turun Jadi 8% Mulai 1 Juli 2026, Manajemen GOTO Angkat Suara
Biaya Medis Meningkat,...
Biaya Medis Meningkat, Allianz Ajak Pahami Pentingnya Perlindungan Kesehatan
Pascapengumuman MSCI,...
Pascapengumuman MSCI, IHSG Sesi Siang Ambruk 1,62% ke Level 6.002
Harga Emas Terjun Rp18...
Harga Emas Terjun Rp18 Ribu, Hari Ini 1 Gram Dijual Rp2.655.000 per Gram
Iran Bebas Produksi,...
Iran Bebas Produksi, Jual, dan Kirim Minyak Mentah, Bayar Pakai Dolar AS
Infografis
Jadwal One Way, Contra...
Jadwal One Way, Contra Flow, dan Ganjil-Genap Mudik Lebaran 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved