alexametrics

Harga Minyak Dunia Mendatar Saat Pangkas Produksi Imbangi Penurunan China

loading...
Harga Minyak Dunia Mendatar Saat Pangkas Produksi Imbangi Penurunan China
Harga minyak mentah dunia bergerak stabil dengan asumsi produsen minyak utama bakal menerapkan pemangkasan produksi lebih dalam untuk mengimbangi perlambatan permintaan dari China. Foto/Ilustrasi
A+ A-
SINGAPURA - Harga minyak mentah dunia bergerak stabil pada perdagangan, Jumat (14/2/2020) dengan kecenderungan masih mengalami tekanan dengan asumsi produsen minyak utama bakal menerapkan pemangkasan produksi lebih dalam. Hal ini untuk mengimbangi perlambatan permintaan dari China, sebagai pengkonsumsi minyak terbesar kedua di dunia.

Dilansir Reuters hari ini, harga minyak mentah berjangka Brent mengalami penurunan 9 sen menjadi USD56,25/barel pada pukul 02.34 GMT, setelah mendapatkan tambahan 1% di sesi sebelumnya. Sepanjang pekan ini terpantau Brent lebih tinggi 3,3% untuk menjadi kenaikan pertama secara mingguan sejak 10 Januari 2020.

Sedangkan harga minyak mentah AS yakni West Texas Intermediate (WTI) pada hari ini lebih rendah 1 sen untuk berada di level USD51,41 per barel. Kontrak naik 0,5% pada hari Kamis dan sekarang 2,2% lebih tinggi selama seminggu terakhir.



Sementara itu harga minyak mentah telah jatuh sekitar 20% sepanjang 2020, dimana puncaknya pada 8 Januari lalu ketika keprihatinan kelebihan pasokan dikombinasikan dengan kekhawatiran penurunan tentang permintaan bahan bakar di China sebagai dampak wabah virus Corona. Namun Organisasi negara-negara Pengekspor Minyak Dunia (OPEC) dan sekutunya sedang mempertimbangkan pemotongan produksi hingga 2.300.000 barel per hari

Namun analis lain memperingatkan dampak permintaan hanya terbatas pada China sejauh ini. Pasar memberikan sinyal bahwa beberapa permintaan jangka dekat minyak tetap. The International Energy Agency (IEA) pada hari Kamis mengatakan bahwa kuartal pertama 2020 permintaan minyak akan jatuh versus tahun sebelumnya untuk pertama kalinya sejak krisis keuangan 2009 karena wabah virus corona di China.

Ekonomi China diperkirakan akan tumbuh pada tingkat yang paling rendah sejak krisis keuangan di kuartal saat ini, menurut sebuah jajak pendapat di Reuters. Dimana para ekonom yang mengatakan bahwa kecenderungan untuk menurun hanya jangka pendek jika wabah terus berlangsung.
(akr)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Facebook
  • Disqus
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak