alexametrics

Wabah Corona Dipastikan Ganggu Rantai Pasok Global

loading...
Wabah Corona Dipastikan Ganggu Rantai Pasok Global
Wabah virus corona di China diyakini akan mengganggu rantai pasok global. Foto/Ilustrasi
A+ A-
JAKARTA - China diakui memainkan peran penting dalam rantai pasokan manufaktur global. Sebagai gambaran, China menyumbang 30-40% terhadap total ekspor tekstil dan produk alas kaki dunia serta 20% terhadap ekspor mesin dan peralatan listrik dunia.

"itu tidak termasuk pengiriman tidak langsung melalui Hong Kong," kata Economist DBS Group Research Ma Tieying di Jakarta, Jumat (14/2/2020).

Karena itu, wabah virus corona yang tengah melanda negara tersebut dipastikan mengganggu rantai pasok global. Ma mengatakan, peran China dalam rantai pasokan elektronika sangat penting. Hampir setengah dari 800 basis produksi global Apple saat ini ada di China.



Sementara itu, sekitar 30 perusahaan China daratan sekarang berada dalam daftar 200 pemasok utama Apple, termasuk yang membuat pengeras suara, layar, baterai, panel datar, dan terlibat dalam pengemasan/pengujian sirkuit terpadu.

Dia menuturkan, Provinsi Hubei, pusat wabah virus corona, adalah salah satu pusat manufaktur utama China di sektor baja, mobil, dan elektronika (antara lain semikonduktor, panel datar, dan komponen elektronika).

Sedangkan Henan, provinsi tetangganya, adalah basis produksi utama untuk perusahaan teknologi Taiwan Foxconn, penyedia jasa maklon (kontrak manufaktur) terbesar Apple dan perakit iPhone. Dengan mencermati rantai pasokan kawasan akan terlihat bahwa China mengimpor sebagian besar barang setengah jadi dari Korea Selatan, Jepang, dan Taiwan.

Di sisi lain, tujuan utama produk antara buatan China adalah Korea Selatan dan Jepang, diikuti oleh India dan Vietnam. Menurutnya, Taiwan dan Korea Selatan sangat tergantung pada China untuk mendukung ekspor produk setengah jadi mereka, lebih dari 40% ekspor terkait ditujukan untuk pasar China.

"Vietnam, terutama, sangat tergantung pada China untuk pasokan barang setengah jadi, dimana lebih dari 30% bersumber dari China," katanya.
(fjo)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Facebook
  • Disqus
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak