alexametrics

Enam Saham Ini Layak Dicermati Saat IHSG Diperkirakan Menguat

loading...
Enam Saham Ini Layak Dicermati Saat IHSG Diperkirakan Menguat
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan awal pekan hari ini diprediksi berbalik menguat setelah Jumat lalu tergelincir di akhir sesi. Foto/Ilustrasi
A+ A-
JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan awal pekan hari ini diprediksi berbalik menguat setelah Jumat lalu tergelincir di akhir sesi. Bursa saham Tanah Air kemarin ditutup jatuh -5,01 atau -0,09% untuk berdiri di level 5.866,94

Analis saham dari Reliance Sekuritas, Nafan Aji Gusta Utama mengatakan, MACD masih negatif meski demikian stochastic dan RSI sudah jenuh jual atau oversold. "Di sisi lain, terlihat pola white opening bozu candle yang mengindikasikan adanya potensi rebound pada pergerakan IHSG sehingga berpeluang menuju ke resistance terdekat," ujar Nafan Aji di Jakarta, Senin (17/2/2020).

(Baca Juga: IHSG Tergelincir di Sesi Penutupan, Bursa Asia Membaik)



Sementara itu sebelumnya data Bursa Efek Indonesia (BEI) memperlihatkan, nilai kapitalisasi pasar selama sepekan melemah sebesar 2,19% menjadi Rp6.781,861 triliun dari Rp6.933,713 triliun pada penutupan perdagangan minggu lalu. Sedangkan IHSG dalam satu minggu terakhir menurun 2,21% menjadi 5.866,945 dibandingkan 5.999,607 pada pekan sebelumnya.

Rata-rata frekuensi transaksi harian melemah sebesar 11,63% menjadi 375.321 ribu kali transaksi dari 424.727 ribu kali transaksi pada pekan sebelumnya. Kemudian untuk rata-rata volume transaksi harian menurun 16,53% menjadi 5.170 miliar unit saham dari 6.194 miliar unit pada pekan sebelumnya. Senada dengan rata-rata volume transaksi harian, rata-rata nilai transaksi harian juga mengalami pelemahan 9,46% menjadi Rp6.223 triliun dari Rp6.873 triliun.

Adapun Analis saham dari Reliance Sekuritas memberikan, sejumlah rekomendasi saham yang dapat menjadi pertimbangan investor, antara lain sebagai berikut :

1. AKRA - (AKR Corporindo Tbk.)

Terlihat pola bullish pin bar yang mengindikasikan adanya potensi stimulus beli pada pergerakan harga saham. “Akumulasi Beli” pada area level 2940 – 3040, dengan target harga di level 3220, 3350, 3440 dan 3820. Support: 2880 & 2770.

2. LSIP - (PP London Sumatra Indonesia Tbk.)

Pergerakan harga masih bertahan di atas garis bawah dari bollinger dan terlihat pola bullish harami doji star candlestick pattern yang mengindikasikan adanya potensi stimulus beli. “Akumulasi Beli” pada area level 1130 – 1170, dengan target harga secara bertahap di 1200, 1255, 1385 dan 1510. Support: 1130 & 1095.

3. PTPP - (PP (Persero) Tbk.)

Pergerakan harga masih bertahan di atas garis bawah dari bollinger dan terlihat pola tweezer bottom candlestick pattern yang mengindikasikan adanya potensi stimulus beli. “Akumulasi Beli” pada area level 1340 – 1360, dengan target harga secara bertahap di level 1470, 1570 dan 1945. Support: 1200.

4. TLKM - (Telekomunikasi Indonesia (Persero) Tbk.)

Terlihat pola inverted hammer candle yang mengindikasikan adanya potensi stimulus beli pada pergerakan harga saham. “Akumulasi Beli” pada area 3630 – 3650, dengan target harga secara bertahap di level 3720, 3800, 4110, 4420 dan 4740. Support: 3630 & 3480.

5. UNTR - (United Tractors Tbk.)

Pergerakan harga masih bertahan di atas garis bawah dari bollinger dan terlihat pola bullish engulfing line candlestick pattern yang mengindikasikan adanya potensi stimulus beli. “Akumulasi Beli” pada area 17650 – 18350, dengan target harga secara bertahap di 19050 dan 20450. Support: 17650 & 16250.

6. UNVR - (Unilever Indonesia Tbk.)

Terlihat pola bullish spinning top candle yang mengindikasikan adanya potensi stimulus beli pada pergerakan harga saham. “Akumulasi Beli” pada area level 7300 – 7500, dengan target harga secara bertahap di level 7575, 7675 dan 8075. Support: 7300 & 7200.
(akr)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Facebook
  • Disqus
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak