alexametrics

Jelang RUPS, SP BNI Optimistis dengan Kemampuan Internal

loading...
Jelang RUPS, SP BNI Optimistis dengan Kemampuan Internal
SP BNI mendorong pemerintah memberi kepercayaan pada SDM internal untuk memimpin BNI. Foto/Ist
A+ A-
JAKARTA - Menjelang Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Bank BNI tanggal 20 Februari 2020 memndatang, Serikat Pekerja (SP) BNI mendorong pemerintah memberikan kepercayaan kepada sumber daya manusia (SDM) internal untuk memimpin BNI. Hal ini terkait agenda perombakan direksi dan komisaris BNI pada RUPS mendatang.

"Kami sepakat dengan pemerintah bahwa perombakan demi kinerja BNI yang lebih baik. Justru karena itu kami berharap pemerintah tetap memberikan kepercayaan kepada talenta terbaik internal untuk memimpin BNI," ujar Ketua Umum SP BNI Irfan Ferdiansyah di Jakarta, Senin (17/2/2020).

Pihaknya memberikan beberapa pertimbangan bahwa BNI akan lebih tepat dipimpin dari kalangan internal. Pertama, talenta BNI memiliki kemampuan global banking dan menjadi career path di BNI sejak jaman dulu hingga hari ini. Dan itu dibuktikan dengan raihan international award yang diberikan lembaga lembaga dunia kepada SDM di BNI.



"Sejak 14 Oktober 1955 BNI telah mendirikan Kantor Cabang di Singapura dan itu lebih tua 10 tahun dari Negara Singapura itu berdiri. Rasanya ini juga sejalan dengan keinginan pemerintah dengan slogan from local to global," tuturnya.

Kedua, pihaknya meyakini talenta yang berasal dari BNI tentunya akan jauh lebih memahami budaya yang dimiliki perusahaan. Bukan anti perubahan, karena di era disrupsi ini momen untuk bertransformasi ke arah digital. Namun nilai-nilai luhur yang menjadi jati diri tetap diutamakan.

"Kami memiliki talenta senior di BNI yang komunikatif, bijaksana dan memiliki karakter kuat. Mereka juga layak dipercaya duduk di jajaran Komisaris. Ini demi keseimbangan di tengah lompatan bisnis yang akan dilakukan dalam mengejar ketertinggalan," ujarnya.

Dirinya juga mengatakan pihaknya menghindari terjadinya culture shock dalam pergantian RUPS nanti. Dampaknya akan kontraproduktif terhadap upaya memajukan BNI.

"Pada tahun 2004 sampai 2015, kami pernah dipimpin pihak dari luar. Kami bisa merasakan dan belajar banyak dari pengalaman itu. Faktanya, hari ini kami harus bekerja lebih baik lagi demi mengejar ketinggalan," ujarnya.
(fjo)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Facebook
  • Disqus
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak