alexametrics

Harga Bawang Putih Melonjak, Mentan Yasin Limpo Sebut Panic Buying

loading...
Harga Bawang Putih Melonjak, Mentan Yasin Limpo Sebut Panic Buying
Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo mengungkapkan, harga bawang putih yang melonjak naik di pasaran karena aksi panic buying oleh konsumen. Foto/Dok
A+ A-
JAKARTA - Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo mengungkapkan, harga bawang putih yang melonjak naik di pasaran karena aksi panic buying oleh konsumen di tengah kekhawatiran dampak wabah virus Corona. Belakangan seperti diketahui harga bawang putih di pasaran meningkat mencapai sekitar Rp60.000 per kg.

"Ini menurut saya adalah karena panic buying, ada kepanikan publik, distributornya mengurangi jatahnya ke pasar. Oleh karena itu langkah yang ada adalah segera mengeluarkan rekomendasinya yang dipercepat," ujar Mentan Syahrul Yasin Limpo di Jakarta, Senin (17/2/2020).

Lebih lanjut Ia menerangkan, dalam catatan Kementerian Pertanian (Kementan) saat ini masih ada pasokan bawang putih sebanyak 120 ribu ton. "Kemudian kami juga akan panen 30 ribu ton bawang lokal jadi hampir 100 ribu ton," jelasnya.



Selain itu kata Syahrul, stok juga masih akan ada tambahan, karena pada Maret sampai dengan April 2020 bakal terjadi panen sekitar 30 ribu ton. "Yang kita miliki bahwa stok bawang putih masih ada, stok yang dimiliki masih ada sekitar 80 ribuan," papar Mentan.

Sebelumnya harga bawang putih di tingkat pengecer di Kota Bandung masih cukup tinggi, akibat terdampak kekhawatiran akan penyebaran virus corona. Kendati pemerintah telah melakukan berbagai upaya, hingga kini harga satu kilogram bawang putih masih di kisaran Rp60.000.

Sebelumnya harga eceran bawang putih hanya di kisaran Rp 22.000 sampai 24.000 per kg. Kenaikan tersebut diperkirakan akibat berkurangnya pasokan. Mahal harga bawang putih, dikeluhkan oleh pedagang di Pasar Kosambi.
(akr)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Facebook
  • Disqus
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak