alexametrics

62 Ribu Ton Bawang Putih Impor Akan Banjiri Pasar Indonesia

loading...
62 Ribu Ton Bawang Putih Impor Akan Banjiri Pasar Indonesia
Kementerian Perdagangan (Kemendag) memastikan, pemerintah akan menerbitkan Surat Perizinan Impor (SPI) bawang putih sebanyak 62.000 ton. Foto/Dok
A+ A-
JAKARTA - Sekretaris Jenderal Kementerian Perdagangan (Kemendag) Oke Nurwan memastikan, pemerintah akan menerbitkan Surat Perizinan Impor (SPI) bawang putih sebanyak 62.000 ton. Impor ini untuk memenuhi pasokan bawang putih, guna menstabilkan harga yang mulai melonjak dalam beberapa hari terakhir.

"Ada persyaratan yang harus dipenuhi. Jadi sekarang yang dinyatakan sudah lengkap kurang lebih 62.000 ton. Segera pasti keluar, sudah beres, sudah lengkap," ujar Oke di Kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta.

Dia melanjutkan volume impor tersebut lebih sedikit dari rekomendasi impor produk hortikultura yang dikirimkan Kementerian Pertanian (Kementan) sebanyak 103.000 ton. Sedangkan sisanya belum memenuhi persyaratan impor Kemendag. "103.000 sudah terbit, kan yang baru masuk itu sudah kita proses, kalau lengkap. Jadi tergantung mereka," jelasnya.



Sebagai informasi berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), impor bawang putih tersebut seluruhnya berasal dari China. Hanya ada 1 kg atau USD 37 impor bawang putih asal India yang masuk ke Tanah Air selama Januari 2020.

Adapun sepanjang Januari-Desember 2019, impor bawang putih yang masuk ke Indonesia mencapai 465.344 ton atau USD529,9 juta. Impor ini seluruhnya berasal dari China. Sementara sepanjang 2018, impor bawang putih mencapai 582.994 ton atau senilai USD497,2 juta. Impor ini didominasi dari China, sebanyak 580.845 ton, disusul dari Taiwan sebanyak 1.684 ton, dan dari India hanya 464 ton.

Berdasarkan data BPS, impor bawang putih Januari 2020 ini justru alami penurunan sebesae 98%. Di mana pada Desember 2019 impor dilakukan sebanyak 106.894 ton atau senilai dengan USD123,4 juta.
(akr)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Facebook
  • Disqus
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak