alexametrics

Elnusa Siapkan Belanja Modal Rp1,4 Triliun di 2020

loading...
Elnusa Siapkan Belanja Modal Rp1,4 Triliun di 2020
Direktur Keuangan Elnusa Hery Setiawan (tengah) saat berbincang dengan media di Jakarta, Senin (17/2/2020). Foto/SINDO/Yanto Kusdiantono
A+ A-
JAKARTA - PT Elnusa Tbk menyiapkan belanja modal atau capital expenditure (capex) Rp1,4 triliun pada tahun ini. Angka tersebut meningkat signifikan dibanding realisasi belanja modal tahun lalu Rp705 miliar. Alokasi belanja modal Elnusa akan diambil dari kas internal serta pendanaan dari luar dengan opsi penerbitan surat utang.

“Kami akan menyiapkannya secara bertahap, skemanya bisa berupa penawaran umum berkelanjutan (PUB) dengan target pada akhir kuartal II/2020,” ujar Direktur Keuangan Elnusa Hery Setiawan di Jakarta, Senin (17/2/2020).

Dia menambahkan, rencana pendanaan dari pasar modal itu jumlahnya sekitar 50% dari total kebutuhan. Saat ini pihaknya masih mengkaji instrumen yang akan diterbitkan apakah obligasi, atau sukuk. “Untuk opsi right issue belum ada rencana ke sana,” katanya.



Menurut Hery, capex emiten berkode ELSA itu akan dialokasikan untuk mendanai beberapa proyek besar antara lain infrastruktur down stream seperti depo elpiji, terminal bahan bakar minyak (BBM), dan penambahan kapasitas terminal BBM.

Selain itu, perseroan juga akan menggarap proyek fabrikasi hydraulic workover unit untuk jasa kerja ulang sumur. Tahun ini Elnusa juga menjajaki ekspansi bisnis di luar negeri seperti Timur Tengah, Alzajair dan Vietnam.

“Kami merupakan market leader jasa hulu migas dan distribusi logistik di Indonesia dan pembangunan infrastruktur bisnis hilir Pertamina. Pemanfaatan belanja modal ini diharapkan dapat mendukung pertumbuhan sepanjang tahun ini,” ujar dia.

Tahun ini Elnusa menargetkan pertumbuhan pendapatan usaha pada Rp9,1 triliun dan laba bersih konsolidasi diharapkan tercapai di atas Rp400-an miliar. “Melihat prospek bisnis ke depan, kami optimistis bisa mencapai target kinerja 2020 ini,” katanya.

Sementara itu, sepanjang 2019 ELSA membukukan pendapatan usaha konsolidasi sebesar Rp8,4 triliun, tumbuh 27% dibanding perolehan 2018 yakni Rp6,6 triliun.

Pendapatan usaha konsolidasi ini dikontribusikan melalui segmen jasa distribusi dan logistik energi sebesar 49%, jasa hulu migas 46% dan jasa penunjang 5%.

Selain itu, jasa hulu migas juga mencatatkan pertumbuhan signifikan yakni 45%, dari sebelumnya Rp2,6 triliun pada 2018 menjadi Rp3,8 triliun di 2019.

Adapun laba bersih konsolidasi Elnusa pada 2019 mencapai Rp356 miliar atau tumbuh 29% dibandingkan perolehan 2018 sebesar Rp276 miliar. Kontribusi laba bersih didominasi oleh segmen jasa distribusi dan logistik energi.

“Peralihan blok terminasi ke Pertamina dan gairah aktivitas eksplorasi migas memberikan peluang positif bagi Elnusa. Ini yang kemudian kami raih sebaik mungkin. Melalui strategi diversifikasi portofolio dan kompetensi jasa migas yang lengkap, hulu hingga hilir, kami memastikan untuk terus tumbuh,” katanya.

Dia menambahkan, peluang pada segmen jasa distribusi dan logistik energi, terealisasi dengan baik. Adapun jasa hulu migas berhasil dioptimalisasikan sehingga mampu beradaptasi terhadap penurunan harga minyak dunia dan meraih berbagai peluang.

“Jasa penunjang mendukung dan melengkapi kedua segmen jasa yang ada. Sebagai hasil, kami berhasil meningkatkan performa keuangan dengan pertumbuhan yang signifikan," papar Hery.
(ind)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Facebook
  • Disqus
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak