Balasan Tarif China Bakal Membuat Ekspor Batu Bara AS Melenggang ke India

Minggu, 16 Februari 2025 - 09:42 WIB
loading...
Balasan Tarif China...
Amerika Serikat atau AS diperkirakan bakal meningkatkan ekspor batu bara ke India setelah China memberlakukan tarif impor energi dari AS. Foto/Dok
A A A
NEW DELHI - Amerika Serikat atau AS diperkirakan bakal meningkatkan ekspor batu bara ke India setelah China memberlakukan tarif impor energi dari AS. Menurut lima pejabat industri, hal itu berpotensi mengikis pangsa pasar Australia dan Rusia di pasar India.

Kementerian Keuangan China pekan lalu mengatakan akan memberlakukan pungutan sebesar 15% pada impor batu bara AS, yang menurut para pejabat dapat mendorong penambang AS untuk mengirim ke India - importir batu bara terbesar kedua di dunia setelah China-.

Baca Juga: China Membalas Tarif Impor AS, Mulai Berlaku 10 Februari 2025

"Tiga kargo AS yang seharusnya pergi ke China telah mendarat di India dan sekitar 10 kargo lagi sedang menunggu. Ini adalah pangsa besar dan itu bisa semakin menyeret harga turun," kata Direktur di I-Energy Natural Resources India, Vasudev Pamnani seperti dilansir Reuters.

"Lebih banyak impor batu bara AS dapat berdampak pada Australia," kata Pamnani pada konferensi Coaltrans India pada hari Senin.

Dalam hal volume, AS menyumbang sebagian kecil dari impor batu bara China, tetapi nilai pengiriman batubara kokas - yang digunakan terutama oleh pembuat baja - naik hampir sepertiga menjadi USD1,84 miliar pada tahun 2024.

Malcolm Roberts, kepala pemasaran di penambang batu bara terbesar AS Peabody Energy, mengatakan dengan analis pekan lalu bahwa lebih banyak batu bara AS dapat masuk ke pasar India dan lebih banyak batu bara Australia ke China sebagai akibat dari tarif.

Australia dikenal sebagai pemasok batubara kokas yang dominan ke India dalam beberpa adekade terakhir, terhitung mencapai sekitar 80% dari semua pengiriman. Namun pangsa pasarnya menyusut menjadi 62% pada tahun 2024, karena pasokan dari Amerika Serikat serta Rusia dan Mozambik membantu India untuk melakukan diversifikasi.

Baca Juga: Perang Dunia Ketiga Bakal Pecah jika Singapura Memihak Salah Satu, AS atau China

Australia saat ini bisa mendapatkan kembali sebagian pangsa di China - pasar utamanya di mana ia mencapai lebih dari dua pertiga impor batubara kokas, sebelum China mengumumkan larangan tidak resmi atas impor tersebut pada tahun 2021.

Sementara itu Mongolia dan Rusia saat ini merupakan pengekspor batubara kokas terbesar ke China. Sedangkan AS menyumbang 9% dari pasar batubara kokas di China pada tahun 2024, sementara Australia menyumbang 8% dari semua impor tersebut, menurut data bea cukai China.

(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Menkeu Purbaya di Nankai...
Menkeu Purbaya di Nankai University: Mesin Ekonomi Indonesia Melaju Kencang, Fiskal Sehat dan Tangguh
Menkeu Purbaya: Panda...
Menkeu Purbaya: Panda Bond Indonesia Dapat Dukungan Penuh Bank Sentral China
Lanjutkan Dedolarisasi,...
Lanjutkan Dedolarisasi, China dan Indonesia Buang Dolar Rp229,6 Triliun dalam 4 Bulan
Tantang Dominasi Dolar...
Tantang Dominasi Dolar AS, China Perluas Penggunaan Yuan secara Global
Terbitkan Panda Bond,...
Terbitkan Panda Bond, Menkeu Purbaya Kantongi Dukungan China
Indonesia Raih Komitmen...
Indonesia Raih Komitmen Pendanaan AIIB USD17 Miliar, Bukti Kepercayaan pada Fiskal RI
AS Kerahkan Sistem Rudal...
AS Kerahkan Sistem Rudal Canggih Typhon ke Jepang, Dapat Menargetkan China
Pertama Kalinya, China...
Pertama Kalinya, China Pamer Peluncuran Rudal Hipersonik Dongfeng-17 sebagai Pesan untuk AS
Standar Keselamatan...
Standar Keselamatan Kendaraan Listrik Baru China Lebih Ketat!
Rekomendasi
Sepak Bola Gelorakan...
Sepak Bola Gelorakan Kampanye Dont Stop The Celebration, Ajak Masyarakat Rayakan Kebersamaan
BPOM: 99,76 Persen AMDK...
BPOM: 99,76 Persen AMDK Merupakan Produk Dalam Negeri
Dewi Perssik Bagikan...
Dewi Perssik Bagikan Kabar Terbaru Tio Pakusadewo usai Dirawat Akibat Gangguan Jantung
Berita Terkini
Stimulus Jumbo Lintas...
Stimulus Jumbo Lintas Sektor Rp26,34 Triliun Resmi Meluncur, Berikut Rincian Alokasinya
Bumerang Bagi Penerimaan...
Bumerang Bagi Penerimaan Negara, Usulan Kenaikan Batas Produksi Rokok Tuai Kritik
Purbaya Buka Peluang...
Purbaya Buka Peluang Kerek Dana Transfer ke Daerah di 2027 hingga Rp90 Triliun
Rupiah Tergerus Sentimen...
Rupiah Tergerus Sentimen Eksternal, Hari Ini Berakhir Tembus Rp17.843 per USD
Gelontorkan Diskon Tiket...
Gelontorkan Diskon Tiket Transportasi hingga 30%, Pemerintah Siapkan Anggaran Rp1,54 Triliun
Tips MotionTrade: Modus...
Tips MotionTrade: Modus Penipuan Berkedok Customer Service, Investor Wajib Waspada!
Infografis
China Kelabakan, Pelabuhan...
China Kelabakan, Pelabuhan Terusan Panama Dijual ke AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved