alexametrics

Bersiap IPO, Adhi Commuter Properti Perluas Produk Berbasis TOD

loading...
Bersiap IPO, Adhi Commuter Properti Perluas Produk Berbasis TOD
Bersiap IPO, Adhi Commuter Properti perluas produk berbasis Transit Oriented Development. Foto/SINDOnews/Rina Anggraeni
A+ A-
JAKARTA - PT Adhi Commuter Properti (ACP) terus memperluas bisnisnya. Salah satunya menghadirkan kawasan yang berbasis Transit Oriented Development (TOD) yang berbiaya murah.

Pembagunan kawasan berbasis TOD ini seiring rencana perusahaan untuk melantai di bursa. ACP berencana melakukan penawaran saham perdana (initial public offering/IPO) di tahun 2020. Karena itu, mereka menargetkan kenaikan penjualan dan memperbanyak produk properti high rise building serta landed house berbasis TOD.

Direktur Pemasaran PT Adhi Commuter Properti, Indra Syahruzza, mengatakan LRT City menyediakan hunian strategis yang terkoneksi dan terintegrasi langsung dengan transportasi.



"Komitmennya adalah meningkatkan kepuasan konsumen, terutama yang mengidamkan hunian dengan harga terjangkau dan berkualitas. Kita pun juga ingin IPO di tahun ini," ujar Syahruzza di Jakarta, Selasa (18/2/2020).

Dia melanjutkan pengembangan properti dengan konsep TOD kini menjadi primadona dalam sektor properti. Sebab konsep yang mengintegrasikan hunian dengan moda transportasi umum, menjadi salah satu faktor laris manisnya konsep hunian kekinian ini.

"Karena saat ini masyarakat dimudahkan dengan tidak harus menggunakan kendaraan pribadi dalam aktivitasnya yang kebanyakan berada di Jakarta. Tinggal menuju ke terminal maupun stasiun KRL yang berada di dalam satu kawasan dengan hunian," katanya.

Direktur Keuangan, Manajemen Risiko & SDM PT Adhi Commuter Properti, Mochamad Yusuf, menjelaskan bertambahnya portofolio produk dan fokusnya terhadap pengembangan kawasan dengan pendekatan konsep TOD, diharap bisa mencapai target yang ditetapkan.

"PT Adhi Commuter Properti berhasil mendapatkan pencapaian yang baik dengan berhasil mendapatkan nilai kontrak berkisar 80-90% dari yang ditargetkan," jelasnya.
(ven)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Facebook
  • Disqus
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak