alexametrics

Penurunan Suku Bunga Acuan BI Dinilai Sudah Harus Dilakukan

loading...
Penurunan Suku Bunga Acuan BI Dinilai Sudah Harus Dilakukan
Pengamat ekonomi dari INDEF Bhima Yudhistira menilai kebutuhan penurunan suku bunga acuan sudah patut dilakukan Bank Indonesia (BI). Foto/Ilustrasi
A+ A-
JAKARTA - Pengamat ekonomi dari INDEF Bhima Yudhistira menilai kebutuhan penurunan suku bunga acuan sudah patut dilakukan Bank Indonesia (BI). Menurutnya kondisi ekonomi yang melemah akibat virus Corona sudah sangat kritis.

Ini terlihat dari langkah bank sentral China yang melakukan pangkas bunga acuan, kemudian Jepang dan Korea juga lakukan berbagai stimulus fiskal dan moneter. "Artinya dalam kapasitas sebagai otoritas moneter, BI sebaiknya mempercepat pemangkasan bunga acuan 25 bps pada RDG kali ini," ujar Bhima di Jakarta.

Dia melihatnya sebagai langkah untuk menstimulus perbankan dan dunia usaha yang terdampak virus corona. Bunga kredit yang lebih murah diharapkan bisa meringankan beban pelaku usaha dan menciptakan kepercayaan pada sektor keuangan.



Sementara faktor lainnya adalah Rupiah masih terjaga stabil, inflasi dalam kisaran yang wajar dan devisa yang di level cukup tinggi. "BI punya ruang untuk lakukan pelonggaran moneter lebih jauh," paparnya.

Sebagai informasi sebelumnya People's Bank of China (PBoC) memutuskan memangkas suku bunga sebesar 10 basis poin menjadi 3,15% atau terendah sejak 2017. Bank Sentral China juga menyediakan pendanaan jangka menengah (medium-term lending facility/MLF) kepada perbankan guna melindungi ekonominya dari wabah virus corona.
(akr)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Facebook
  • Disqus
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak