alexametrics

Ekonom: Kendati Ada Ruang, Kenaikan Suku Bunga Tak Perlu Dilakukan

loading...
Ekonom: Kendati Ada Ruang, Kenaikan Suku Bunga Tak Perlu Dilakukan
Suku bunga acuan dinilai lebih baik dipertahankan daripada dinaikkan, meski ada ruang untuk itu. Foto/Ilustrasi
A+ A-
JAKARTA - Ekonom BNI Ryan Kiryanto berharap Bank Indonesia (BI) tidak menaikkan suku bunga acuannya kendati ruang untuk itu masih tersedia. Ryan menilai suku bunga acuan saat ini lebih baik tetap dipertahankan.

Pasalnya, isu virus corona masih membayangi perekonomian global, dan akan berdampak pada Indonesia. Hal itu diyakininya sudah diperhitungkan oleh Bank Indonesia sebagai faktor sentimen negatif dalam jangka pendek ke depan untuk pertumbuhan ekonomi. Namun, dari sisi konsumsi rumah tangga, diyakini masih cukup kuat menopang pertumbuhan ekonomi.

"Makanya kenaikan suku bunga acuan belum diperlukan karena sesungguhnya efek penurunan sebesar 100 bps di 2019 lalu masih bekerja," ujar Ryan saat dihubungi SINDONews di Jakarta, Rabu (19/2/2020).



Menurutnya, lebih penting dan efektif bagi BI untuk mendorong pertumbuhan ekonomi dari jalur fiskal yang countercyclical untuk menjaga daya beli masyarakat tidak jatuh, sehingga dapat menopang tingkat permintaan agregat.

"Serapan belanja pemerintah dipercepat, untuk mendukung penciptaan lapangan kerja, juga serapan bansos untuk kelompok keluarga miskin dipercepat supaya ada dorongan permintaan konsumsi rumah tangga. Di sisi makroprudensial pun BI tidak usah melakukan relaksasi karena problem ekonomi ada di sisi fiskal, bukan sisi moneter," paparnya.

Dia menilai BI sudah sudah all-out dalam merespons dinamika perekonomian global. "Jadi sekarang saatnya instrumen fiskal harus dioptimalkan. Ini untuk menjaga momentum pertumbuhan sekaligus mengantisipasi efek negatif dari perlambatan ekonomi global karena terdampak penyebaran covid-19," tandasnya.
(fjo)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Facebook
  • Disqus
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak