alexametrics

Utang Pemerintah di Awal 2020 Sentuh Rp4.8175 Triliun

loading...
Utang Pemerintah di Awal 2020 Sentuh Rp4.8175 Triliun
Total utang pemerintah hingga Januari 2020 telah mencapai Rp4.817,5 triliun atau lebih tinggi dibandingkan dengan posisi utang pada Januari 2019. Foto/Ilustrasi
A+ A-
JAKARTA - Total utang pemerintah hingga Januari 2020 telah mencapai Rp4.817,5 triliun atau lebih tinggi dibandingkan dengan posisi utang pada Januari 2019 yang mencapai Rp4.498,6 triliun. Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani mengatakan, total utang pemerintah pusat berasal dari pinjaman, baik itu pinjaman bilateral, multilateral komersial, sampai pinjaman dalam negeri dengan total Rp 751,90 triliun.

"Peningkatan tersebut lebih disebabkan adanya peningkatan utang dari surat berharga negara (SBN) dan pinjaman dalam negeri," ujar Menkeu Sri Mulyani di Jakarta, Rabu (19/2/2020).

Dia mengatakan pemerintah telah melakukan realisasi utang sebesar Rp122,47 triliun pada Januari 2019. Hal ini disebabkan karena adanya penarikan utang di awal tahun. "Karena adanya front loading yang dilakukan dalam rangka antisipasi kondisi pasar dan kesempatan yang cukup preferable pada Februari ini," paparnya.



Utang pemerintah sebesar Rp 4.817,55 triliun itu terdiri dari surat berharga negara (SBN) sebesar Rp 4.065,55 triliun (84,4%) dan pinjaman sebesar Rp 751,9 triliun (15,61%). Jika dilihat lebih rinci lagi untuk SBN terdiri dari domestik Rp 2.990,47 triliun dan dalam bentuk valas sebesar Rp 1.075,19 triliun.

Sementara untuk pinjaman terdiri dari pinjaman dalam negeri Rp 9,56 triliun dan pinjaman luar negeri Rp 751,9 triliun. Pinjaman luar negeri terdiri dari pinjaman bilateral Rp 289,07 triliun, multilateral Rp 414,89 triliun dan commercial bank sebesar Rp 38,41 triliun. Meski begitu rasio utang terhadap PDB masih terbilang aman yakni 30,21% dengan asumsi PDB perkapita Rp 15.944,78 triliun.

Sedangkan kinerja pembiayaan melalui SBN selama bulan Januari 2020 menunjukkan kondisi yang membaik, dimana yield Surat Utang Negara (SUN) turun sebesar 49 bps dibandingkan kondisi awal tahun. Hal ini juga ditunjukkan oleh relatif tingginya rata-rata penawaran yang masuk pada lelang SBN bulan Januari 2020, yakni sebesar Rp70,65 triliun per lelang, lebih besar dibandingkan rata-rata tahun 2019 sebesar Rp35,48 triliun per lelang.

Selama bulan Januari 2020 jumlah penawaran yang masuk merupakan rekor tertinggi sampai saat itu, dimana untuk SUN tercatat sejumlah Rp94,98 triliun dan Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) sebesar Rp59,14 triliun. Selain itu, penerbitan obligasi negara dalam valas yang dilakukan di bulan Januari 2020 juga mencatatkan rekor keberhasilan memperoleh kupon terendah sepanjang sejarah untuk SUN dalam mata uang USD dan Euro.

Kinerja yang baik di sisi pembiayaan ini menunjukkan bahwa Indonesia masih dilihat sebagai destinasi investasi yang aman oleh investor di tengah ketidakpastian kondisi global. Membaiknya kondisi pembiayaan ini diharapkan akan membawa dampak lebih cepat ke perekonomian domestik dan menjaga keberlanjutan kredibilitas fiskal.
(akr)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Facebook
  • Disqus
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak