alexametrics

Mirza Adityaswara Jadi Presiden Komisaris OVO

loading...
Mirza Adityaswara Jadi Presiden Komisaris OVO
Mantan Deputi Gubernur Bank Indonesia Mirza Adityaswara (kanan) menjadi Presiden Komisaris OVO. Foto/SINDOnews
A+ A-
JAKARTA - PT Visionet Internasional (OVO), mendaulat mantan Deputi Gubernur Bank Indonesia, Mirza Adityaswara sebagai Presiden Komisaris. Mirza akan mengawasi Dewan Direksi, untuk memastikan penerapan tata kelola usaha yang baik (good corporate governance) dan keberlangsungan perusahaan dalam jangka panjang.

"Insya Allah, bersama jajaran direksi dan seluruh karyawan, OVO ke depan akan semakin memberikan kontribusi yang positif bagi perkembangan keuangan digital di Indonesia dan tumbuhnya ekosistem keuangan nasional yang kian inklusif dan progresif," ujar Mirza di Jakarta, Rabu (19/2/2020).

Selama satu dekade terakhir, Mirza mengaku selalu menyaksikan bagaimana teknologi telah mentransformasi hidup banyak orang, memberikan pengaruh signifikan terhadap perkembangan keuangan digital, dan menjadikannya sebagai kekuatan penyetara ekonomi di Indonesia. "Karena itulah, saya menerima tawaran untuk bergabung dengan OVO," ungkapnya.



Presiden Direktur OVO, Karaniya Dharmasaputra, menuturkan bergabungnya Mirza menjadi Komut OVO merupakan sebuah kehormatan bagi seluruh jajaran OVO. "Kami sangat berterima kasih atas kesediaan pak Mirza membimbing kami semua," imbuh dia.

Seiring pertumbuhan OVO yang teramat pesat hanya dalam 2,5 tahun dan menyadari potensi masa depan pasar uang elektronik di Indonesia, banyak investor nasional maupun asing tertarik untuk turut berinvestasi dan mengembangkan OVO. Sejak meluncurkan dompet digital pada September 2017, OVO telah mengukuhkan diri sebagai platform pembayaran dengan pertumbuhan tercepat di Indonesia.

"Dengan pengalaman panjang pak Mirza di dunia keuangan nasional dan visi progresif beliau tentang peran fintech di Indonesia, sangat kami butuhkan untuk membawa OVO bukan hanya sebagai perusahaan e-money dan keuangan digital terdepan, tapi juga sebagai aset nasional strategis dan mitra pemerintah, BI, dan OJK," ujar Karaniya.
(ven)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Facebook
  • Disqus
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak