alexametrics

Indef Sebut Pemangkasan Suku Bunga BI Akan Tingkatkan Stimulus Ekonomi

loading...
Indef Sebut Pemangkasan Suku Bunga BI Akan Tingkatkan Stimulus Ekonomi
Ilustrasi suku bunga acuan Bank Indonesia. Foto/SINDOnews
A+ A-
JAKARTA - Ekonom Institute for Development of Economics and Finance (Indef), Bhima Yudisthira, menyambut baik langkah Bank Indonesia menurunkan suku bunga acuan 25 bps menjadi 4,75%, karena dapat menggairahkan sektor ekonomi dan perbankan.

"Betul (keputusan penurunan suku bunga), ini sudah sesuai perkiraan. Langkah BI ini cukup baik untuk menstimulus ekonomi, tapi perlu dilengkapi dengan upaya koordinasi kebijakan fiskal moneter yang lebih solid," terang Bhima saat dihubungi SINDOnews di Jakarta, Kamis (20/2/2020).

Lebih lanjut dia mengatakan kebijakan penurunan suku bunga ini bakal menggairahkan perbankan. Adapun kinerja perbankan akan meningkat dalam mengantisipasi gejolak ekonomi global. "Harapannya seperti itu dalam meningkatkan kinerja perbankan," tukasnya.



Pada Kamis siang ini, Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia memutuskan memangkas suku bunga acuan BI 7-Day Reverse Repo Rate (BI7DRR) 25 basis point (bps) menjadi level 4,75%. Selain itu, menurunkan suku bunga Deposit Facility menjadi 4% dan suku bunga Lending Facility 5,5%.

Gubernur BI Perry Warjiyo menjelaskan keputusan bank sentral menurunkan suku bunga dikarenakan sejalan dengan kondisi global. "BI akan terus menjaga momentum untuk mendorong pertumbuhan ekonomi di tengah ketidakpastian pasar keuangan global," katanya.

Perry menambahkan, strategi operasi moneter terus ditujukan untuk menjaga kecukupan likuiditas, khususnya di pergantian tahun, dan mendukung transmisi bauran kebijakan yang akomodatif.

Ke depan, Bank Indonesia (BI) akan mencermati perkembangan ekonomi global dan domestik dalam memanfaatkan ruang bauran kebijakan yang akomodatif untuk menjaga tetap terkendalinya inflasi dan stabilitas eksternal.
(ven)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Facebook
  • Disqus
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak