alexametrics

Ada Potensi 2 Juta Wisman China Hilang, Menko Luhut: Tak Usah Diributkan

loading...
Ada Potensi 2 Juta Wisman China Hilang, Menko Luhut: Tak Usah Diributkan
Menteri Koordinator bidang Maritim dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan. Foto/Dok. SINDOnews
A+ A-
JAKARTA - Menteri Koordinator bidang Maritim dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan mengatakan, kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) asal China ke Indonesia bakal berkurang. Hal ini akibat dampak virus corona atau covid-19 yang merebak di China serta menyebar ke seluruh dunia.

Menurut Luhut, terdapat 2 juta turis China yang berkunjung ke Indonesia per tahun. Angka tersebut menurutnya berpotensi lenyap. Namun, Luhut menegaskan tidak usah meributkan potensi hilangnya 2 juta turis China tersebut.

"Turis China ke dunia itu 173 juta, kita hanya 2 juta, jadi sangat kecil. Turis China ke Singapura 6 juta, turis China ke Jepang 6 juta dan seterusnya. Indonesia itu 2 juta saja sudah pada ribut," ujar Luhut, di Jakarta, Jumat (21/2/2020).



Namun Luhut mengakui, 2 juta wisatawan china itu memang memberikan kontribusi kepada perdagangan, bahkan ke lapangan kerja. "Pengaruh ekonomi China kepada dunia sekarang sudah 18%. Waktu SARS terjadi pada tahun 2003 itu hanya 4%. Jadi lebih 4 kali, hampir 5 kali lebih besar skala ekonomi China hari ini dari pada tahun 2003," katanya.

Dia menambahkan, produk tekstil dan alas kaki di Indonesia juga bisa terkena dampak wabah corona. Lantaran, bahan-bahan dari industri tersebut banyak juga yang diimpor dari China. "Puncaknya, industri ini bisa jadi tidak berproduksi lagi jika tak dapat pasokan bahan baku," ujarnya.

Luhut menambahkan, dampak corona bisa lebih besar ketimbang wabah SARS pada 2003 lalu mengingat kontribusi ekonomi China yang kini 4-5 kali lebih besar. "Jadi ini memang punya dampak besar ke kita, mungkin dalam dua bulan ke depan kalau kita tidak hati-hati menata itu, akan berpengaruh ke ekonomi dalam negeri kita," tandasnya.
(fjo)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Facebook
  • Disqus
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak