alexametrics

Pembebasan Lahan Kereta Cepat Jakarta-Bandung Tersisa Satu Bidang

loading...
Pembebasan Lahan Kereta Cepat Jakarta-Bandung Tersisa Satu Bidang
Pembebasan lahan pada proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung (KCJB) dipastikan hanya menyisakan satu bidang (lahan), dengan target rampung pekan depan. Foto/Ilustrasi
A+ A-
JAKARTA - Pembebasan lahan pada proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung (KCJB) dipastikan akan segera selesai dalam waktu dekat. PT Kereta Cepat Indonesia-China (KCIC) sebagai operator KCJB menyebut pembebasan lahan masih menyisakan satu bidang.

Direktur Utama PT KCIC Chandra Dwiputra mengatakan, dalam rapat koordinasi pembangunan kereta cepat di Kemenko Bidang Kemaritiman dan Investasi pihaknya melaporkan progress pembebasan lahan per hari ini.

"Tinggal satu bidang (lahan), mungkin minggu depan udah selesai. Jadi, sebagian lahan 100 persen sudah selesai. PR kita ke depan adalah relokasi. Relokasi Sutet ada 32 trosin, yang kita kerjakan baru 20-an," ujar Chandra di Kemenko Kemaritiman dan Investasi, Jakarta, Jumat (21/2/2020).



Selain relokasi tower sutet, dia mengatakan pihaknya saat ini tengah mengerjakan relokasi di beberapa sarana publik yang akan terkena proyek kereta cepat. Sarana tersebut antara lain jalan, sungai, hingga pipa PDAM.

"Jalan sekitar galaxy (Bekasi) terdampak, saluran listrik tegangan menengah, pipa air PDAM, sungai harus dipindah. Total lebih dari 460, termasuk sungai. Seperti di tunnel 1 kan sebelumnya ada Sungai Sunter, trasenya dengan sungai kan sejajar, ga bisa digeser dulu," katanya.

Terkait relokasi sarana terdampak proyek kereta cepat, Chandra menyebut pihaknya akan mengerjakan relokasi secepatnya sebelum konstruksi dimulai. "Cuma kalau urusan itu kan tidak bisa sekaligus, soal tower, kita harus mencari penggantinya dulu. Pengganti ga bisa dengan UU nomor dua, tetap B to B," paparnya.
(akr)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Facebook
  • Disqus
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak