Dukung Asta Cita, Legislator Arif Rahman Dorong Petani Gunakan Pupuk Berimbang
Kamis, 27 Februari 2025 - 11:38 WIB
loading...
Anggota Komisi IV DPR RI Arif Rahman di acara Panen Raya Padi dan Sosialisasi Pupuk Organik Petroganik di Kabupaten Lebak, Banten, akhir pekan lalu. FOTO/Ist
A
A
A
JAKARTA - Anggota Komisi IV DPR RI dari Fraksi Partai Nasdem Daerah Pemilihan Banten 1 Arif Rahman mendorong para petani untuk menggunakan pupuk berimbang guna meningkatkan hasil pertanian. Hal itu diyakini sejalan dengan program Asta Cita dari Presiden Prabowo.
Anjuran itu disampaikan Arif Rahman dalam acara Panen Raya Padi dan Sosialisasi Pupuk Organik Petroganik di Poktan Bolang I, Kampung Kadugawir, Desa Bolang, Kecamatan Malingping, Kabupaten Lebak, Provinsi Banten, akhir pekan lalu.
"Kita ingin petani mendapatkan hasil panen berlimpah, agar kesejahteraan dapat terwujud. Salah satunya dengan menggunakan pupuk berimbang dengan pola 5, 3, 2 sesuai anjuran pemerintah. Langkah ini penting dilakukan untuk mewujudkan Asta Cita Presiden Prabowo dalam menopang ketahanan pangan nasional," ujar Arif dalam keterangan pers, Kamis (27/2/2025).
Baca Juga: Jangan Coba-coba! Jual Pupuk Subsidi di Atas HET Terancam 20 Tahun Penjara dan Denda Rp1 M
Arif menjelaskan, berdasarkan informasi yang ia terima, penerapan pola pupuk berimbang 5:3:2 (500 kg pupuk organik, 300 kg NPK, dan 200 kg Urea) dapat meningkatkan hasil panen dari 6 ton menjadi 8 ton per hektare. Dengan demikian, diharapkan kesejahteraan para petani pun ikut meningkat signifikan.
Anjuran itu disampaikan Arif Rahman dalam acara Panen Raya Padi dan Sosialisasi Pupuk Organik Petroganik di Poktan Bolang I, Kampung Kadugawir, Desa Bolang, Kecamatan Malingping, Kabupaten Lebak, Provinsi Banten, akhir pekan lalu.
"Kita ingin petani mendapatkan hasil panen berlimpah, agar kesejahteraan dapat terwujud. Salah satunya dengan menggunakan pupuk berimbang dengan pola 5, 3, 2 sesuai anjuran pemerintah. Langkah ini penting dilakukan untuk mewujudkan Asta Cita Presiden Prabowo dalam menopang ketahanan pangan nasional," ujar Arif dalam keterangan pers, Kamis (27/2/2025).
Baca Juga: Jangan Coba-coba! Jual Pupuk Subsidi di Atas HET Terancam 20 Tahun Penjara dan Denda Rp1 M
Arif menjelaskan, berdasarkan informasi yang ia terima, penerapan pola pupuk berimbang 5:3:2 (500 kg pupuk organik, 300 kg NPK, dan 200 kg Urea) dapat meningkatkan hasil panen dari 6 ton menjadi 8 ton per hektare. Dengan demikian, diharapkan kesejahteraan para petani pun ikut meningkat signifikan.
Lihat Juga :