alexametrics

Kemenhub Sebut Progres Kereta Cepat Jakarta–Bandung Capai 44%

loading...
Kemenhub Sebut Progres Kereta Cepat Jakarta–Bandung Capai 44%
Kementerian Perhubungan (Kemenhub) optimistis proyek pembangunan Kereta Api Cepat JakartaBandung bisa diselesaikan pada akhir 2021. Foto/Ilustrasi
A+ A-
JAKARTA - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) optimistis proyek pembangunan Kereta Api Cepat Jakarta–Bandung bisa diselesaikan pada akhir 2021. Saat ini progres proyek strategis nasional sepanjang 142,3 km tersebut telah mencapai 44%.

“Kita tetap fokus menyelesaikan ini, 2021 akhir sudah beroperasi. Jadi, saya tadi bicara dengan tim PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) tidak masalah, kita bisa optimalkan,” kata Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi di Jakarta, kemarin.

Saat ini dikatakan Menhub progres pengerjaan proyek Kereta Cepat Jakarta–Bandung sudah mencapai 44%, sedangkan untuk pembebasan lahan sudah mencapai 99,96%. Menhub menyebut masih ada sebidang tanah di daerah Bandung yang sedang tahap konsinyasi. Pada kesempatan tersebut, Menhub berpesan kepada KCIC sebagai pelaksana proyek agar pekerjaan ini bisa diselesaikan tepat waktu. “Satu, harus ontime. Yang kedua, mesti ada alih teknologi, dan ketiga adalah jaga hubungan dengan masyarakat banyak dan teamwork harus diperhatikan,” ucapnya.



Menhub Budi Karya juga memastikan bahwa pengerjaan proyek ini tidak akan terhambat isu wabah virus Covid-19 atau korona yang khususnya melanda daratan China. Pihaknya akan berkoordinasi dengan KCIC dan memastikan bahwa proyek Kereta Cepat Jakarta–Bandung tetap berjalan sesuai rencana dengan memanfaatkan tenaga kerja lokal.

Dia mengapresiasi KCIC yang juga telah menjaga hubungan baik dengan masyarakat lokal dengan menempatkan sejumlah titik rumah pekerja di masyarakat lokal. Menhub berharap dengan begitu hal ini juga akan berdampak pada peningkatan ekonomi masyarakat.

“Saya bangga dan senang ada suatu proyek kereta cepat pertama kali di Indonesia, ini dikerjakan (dengan skema pembiayaan) business to business, jadi artinya swasta Indonesia dengan swasta China. Ini merupakan proyek strategis yang kita inginkan karena tidak membebani APBN. Bayangkan ada Rp83 triliun yang masuk Indonesia dari swasta dalam proyek ini,karenanya harus kita jaga pelaksanaannya,” ujarnya.

Menhub mengatakan, jika Kereta Cepat Jakarta–Bandung ini sukses ke depannya, bukan tidak mungkin akan dilanjutkan hingga Surabaya.

Sementara itu, Direktur Utama PT KCIC Chandra Dwiputra memastikan pihaknya telah mengantisipasi adanya sejumlah kondisi tanah rawan atau labil di beberapa titik di Jawa Barat. Selain faktor tanah, faktor cuaca ekstrem yang sedang terjadi akhir-akhir ini juga diantisipasi PT KCIC. Diharapkan cuaca ekstrem tidak akan memengaruhi proses pengerjaan proyek. “Jadi yang rawan sudah kita mitigasi. Kita sudah antisipasi hal tersebut,” kata Chandra.

Sebagai informasi, saat ini PT KCIC tengah mengerjakan 13 tunnel atau terowongan Kereta Cepat Jakarta–Bandung. Nanti Kereta Cepat Jakarta–Bandung akan memiliki panjang mencapai 142,3 km dengan empat stasiun pemberhentian, yakni Stasiun Halim, Karawang, Walini, hingga Tegalluar, dan Bandung.

Dari jalur tersebut, sebanyak 80 km dibangun layang atau elevated. Sedangkan sisa jalur Kereta Cepat Jakarta–Bandung digarap di atas tanah yang di antaranya melalui terowongan yang menembus bukit. Dengan keberadaan kereta ini, waktu tempuh Jakarta–Bandung akan lebih cepat, yaitu sekitar 46 menit dengan kecepatan sekitar 350 km/jam. (Ichsan Amin)
(ysw)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Facebook
  • Disqus
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak