alexametrics

Corona Bikin Korsel Siaga Satu, Kepala BKPM Waspada Dampak Sistemik

loading...
Corona Bikin Korsel Siaga Satu, Kepala BKPM Waspada Dampak Sistemik
Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia mengatakan, mewabahnya virus Corona ini berdampak secara sistemik, masif dan sangat terstruktur. Foto/Rina Anggraeni
A+ A-
JAKARTA - Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia mengatakan, mewabahnya virus Corona ini berdampak secara sistemik, masif dan sangat terstruktur. Bahwa membuat Korea Selatan (Korsel) meningkatkan kewaspadaan terhadap virus corona hingga tingkat tertinggi atau siaga satu, ketika angka korban terdampak dan yang meninggal dunia akibat virus corona terus meningkat.

Terkait hal itu, Bahlil mengungkapkan investasi dari Korea Selatan sejauh ini masih stabil. "Kalau sejauh ini masih stabil investasi dari Korea Selatan," ungkapnya saat menyambangi Kementerian Koordinator (Kemenko) Maritim dan Investasi di Jakarta, Senin (24/2/2020).

Meski begitu, Ia mengkhawatirkan wabah virus Corona yang bisa berdampak sistemik dan struktur hingga bisa menurunkan realisasi investasi apabila terjadi berkepanjangan. Apalagi realisasi investasi di China bakal mengalami penurunan, jika penyebaran virus corona (COVID-19) tidak kunjung dihentikan.



"Corona ini berdampak sistemik, masif dan terstruktur sampai sekarang. Kalau sampai bulan Maret, pasti kemungkinan besar ada dampaknya. Sekarang itu was-was itu China," jelasnya.

Sebagai informasi, wabah penyakit virus corona telah merenggut lebih dari 2.000 nyawa di seluruh dunia, dengan dampak yang juga mempengaruhi industri teknologi hingga manufaktur. Adapun, kabar terbaru datang dari smartphone pabrikan asal Korea Selatan yakni Samsung, yang telah menutup pabrik ponselnya di Gumi setelah seorang karyawan terinfeksi corona virus.

Pabrik yang menjadi tempat Samsung memproduksi Galaxy Fold dan Galaxy Z Flip ini akan menutup ruangan satu lantai tempat pegawai yang terinfeksi hingga 25 Februari mendatang. Sementara itu imbas dari virus Corona yang mengancam ekonomi China berdampak ke dunia lantaran negeri Tirai Bambu -julukan China- itu memegang porsi yang besar.

Selain sektor pariwisata, sektor manufaktur dan perdagangan internasional juga akan terdampak. Mengingat, 27% impor non migas berasal dari China, kemudian 16,7% pangsa ekspor Indonesia adalah China.
(akr)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Facebook
  • Disqus
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak