alexametrics

162 Ribu Pedagang di Banten Beralih Pakai QRIS, Tangerang Tertinggi

loading...
162 Ribu Pedagang di Banten Beralih Pakai QRIS, Tangerang Tertinggi
Tercatat sebanyak 162.117 merchant sudah mengadopsi Quick Response Code Indonesian Standar (QRIS) hingga bulan Februari 2020, dimana Kota Tangerang menjadi yang paling tinggi. Foto/Dok
A+ A-
BANTEN - Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Banten mencatat sebanyak 162.117 merchant sudah mengadopsi Quick Response Code Indonesian Standar (QRIS) hingga bulan Februari 2020. Dimana Kota Tangerang menjadi yang paling banyak menggunakan QRIS.

Kepala Divisi Sistem Pembayaran Pengelolaan Uang Rupiah dan SLA BI Banten Erry P. Suryanto mengatakan, sejak diluncurkan hingga saat ini jumlah merchant di Banten yang menggunakan QRIS terus bertambah. "Sampai saat ini 162.117 merchant di Banten sudah memanfaatkan QRIS. Jumlah itu menjadikan Banten berada di posisi ke lima pengguna QRIS terbanyak. Pertama Jakarta, kedua Jawa Barat, ketiga Jawa Timur, keempat Jawa Tengah," kata Erry di Serang, Senin (24/2).

Dia merinci, di wilayah Tangerang menjadi daerah yang tertinggi dengan 91.082 merchant, Serang sebanyak 16.778, Cilegon 4.008, Lebak 2.661, Pandeglang 2.409, Tangsel 45.179. Dijelaskan Erry, saat ini metode yang dipakai adalah Merchant Presented Mode (MPM), yakni penjual (merchant) yang akan menampilkan QR Code pembayaran untuk dipindai oleh pembeli (customer) ketika melakukan transaksi pembayaran.



Sementara itu, dari sisi penyedia jasa sistem pembayaran (PJSP), terdapat sebanyak 16 Bank, 9 non bank atau fintech, dan 4 switching yang telah memperoleh persetujuan QRIS. Erry menambahkan, bagi para pedagang, yang ingin memasang QRIS sangat mudah yaitu, hanya dengan mengisi form di bank yang dituju dengan menyertakan beberapa data seperti NPWP dan KTP. "Daftar ke PJSP gratis, per transaksi hanya perlu bayar 0,7 persen. Itu kecil," ujarnya

Guna meningkatkan pengguna QRIS, BI Banten akan melakukan sosialisasi dengan rumah ibadah, pengelola pasar, sekolah dan perguruan tinggi. Sebab, tak hanya UMKM saja yang dapat memanfaatkan sistem pembayaran tersebut. "Jadi upaya yang kami lakukan untuk memperkuat edukasi kepada masyarakat maupun merchant agar mereka mau menggabungkan QR menjadi QRIS,” jelasnya.

Lebih lanjut ditegaskan olehnya, masyarakat tak perlu khawatir dengan keamanan QRIS. Sehingga, pihaknya berharap merchant dapat beralih menggunakan QRIS. "BI akan fokus untuk mendorong penggunaan QR Code yang berstandar untuk memudahkan berbagai transaksi pembayaran cukup melalui satu aplikasi," tandasnya.
(akr)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Facebook
  • Disqus
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak