alexametrics

Luhut: Pemerintah Belum Berencana Menutup Penerbangan ke Korsel

loading...
Luhut: Pemerintah Belum Berencana Menutup Penerbangan ke Korsel
Menteri Koordinator Maritim dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan. Foto/SINDOnews
A+ A-
JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan, menerangkan pemerintah saat ini belum ada rencana menutup penerbangan dari dan menuju Korea Selatan, terkait merebaknya wabah virus corona di Korsel.

"Saat ini belum ada itu (penutupan penerbangan ke Korsel). Enggak ada masalah dan tidak perlu dipermasalahkan," ujarnya di Jakarta, Selasa (25/2/2020).

Otoritas Kesehatan Korea Selatan pada Selasa ini telah menaikkan level waspada virus corona dari kuning menjadi merah. Dan jumlah kasus baru virus ini bertambah 60 kasus dengan total 893 orang terinfeksi dan jumlah kematian mencapai 8 orang.



Sebelumnya, Kementerian Perhubungan mengatakan belum memutuskan penundaan penerbangan ke Korsel meski negara tersebut telah meningkatkan status kewaspadaan terkait penyebaran virus corona.

"Saat ini Kemenhub belum ada rencana untuk melakukan penutupan atau penundaan penerbangan (ke Korea Selatan)," terang Staf Khusus Menteri Perhubungan Adita Irawati.

Kendati begitu, lanjut Adita, pemerintah terus melakukan upaya pencegahan agar virus corona tak menyebar ke Indonesia. Salah satu caranya dengan meningkatkan keamanan di pintu-pintu masuk warga negara asing ke Indonesia.

"Di bandara yang jelas ada thermal scanner. Saya lihat mal sama hotel sudah menerapkan thermal scanner. Khususnya bandara internasional, karena potensi perpindahan dari warga negara lain," ujar Adita.

Adita menambahkan, sejauh ini pemerintah baru memutuskan melakukan pelarangan terbang ke China. "Untuk saat ini memang masih dalam kondisi menunda penerbangan karena juga situasinya belum memungkinkan untuk dibuka kembali, hanya China," tandas dia.
(ven)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Facebook
  • Disqus
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak