alexametrics

IHSG Diprediksi Balik Menguat, Mainkan 8 Saham Berikut

loading...
IHSG Diprediksi Balik Menguat, Mainkan 8 Saham Berikut
IHSG pada Rabu ini diprediksi berbalik menguat alias rebound. Foto/SINDOnews
A+ A-
JAKARTA - Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada Rabu ini diprediksi rebound atau berbalik menguat. Selasa kemarin, IHSG pulang memperpanjang kerugian sebesar 19,91 poin atau 0,34% ke posisi 5.787,14.

Analis saham dari Reliance Sekuritas, Nafan Aji Gusta Utama, mengatakan MACD telah berhasil membentuk pola golden cross di area negatif. Meskipun demikian, Stochastic dan RSI sudah menunjukkan jenuh jual atau oversold.

"Di sisi lain, terlihat pola inverted hammer candle yang mengindikasikan adanya potensi rebound pada pergerakan IHSG sehingga berpeluang menuju ke resistance terdekat," kata Nafan di Jakarta, Rabu (26/2/2020).



Adapun sejumlah rekomendasi saham yang dapat menjadi pertimbangan investor, antara lain sebagai berikut:

1. BBTN
Pergerakan harga masih bertahan di atas garis bawah dari bollinger dan terlihat pola bullish pin bar yang mengindikasikan adanya potensi stimulus beli. "Akumulasi beli" pada area 1780-1820, dengan target harga secara bertahap di level 1840, 1885, 1990 dan 2100. Support: 1780 dan 1755.

2. EXCL
Pergerakan harga masih bertahan di atas garis bawah dari bollinger dan terlihat pola bullish engulfing line candlestick pattern yang mengindikasikan adanya potensi stimulus beli. "Akumulasi beli" pada area level 2430-2580, dengan target harga secara bertahap di 2690, 2790, 2860 dan 3150. Support: 2430 dan 2350.

3. GIAA
Indikator RSI sudah sangat menunjukkan jenuh jual atau oversold sehingga peluang pembentukkan fase akumulasi dalam rangka membentuk pola uptrend pada pergerakan harga saham akan terbuka lebar. "Akumulasi beli" pada area level 290-304, dengan target harga secara bertahap di level 330, 358, 378 dan 462. Support: 254.

4. JPFA
Terlihat beberapa pola hammer candle yang mengindikasikan adanya potensi stimulus beli pada pergerakan harga saham. "Akumulasi beli" pada area level 1460-1500, dengan target harga secara bertahap di level 1525, 1655, 1780 dan 1910. Support: 1460 dan 1400.

5. PGAS
Pergerakan harga masih bertahan di atas garis bawah dari bollinger dan terlihat pola white opening marubozu candle yang mengindikasikan adanya potensi stimulus beli. "Akumulasi beli" pada area level 1460-1500, dengan target harga secara bertahap di level 1545, 1615, 1660 dan 1860. Support: 1460 dan 1365.

6. TLKM
Pergerakan harga masih bertahan di atas garis bawah dari bollinger dan terlihat pola inverted hammer candle yang mengindikasikan adanya potensi stimulus beli. "Akumulasi beli" pada area 3580-3600, dengan target harga secara bertahap di level 3720, 3800, 4110, 4420 dan 4740. Support: 3480.

7. UNVR
Adapun indikator RSI sudah menunjukkan jenuh jual atau oversold sehingga peluang pembentukkan fase akumulasi dalam rangka membentuk pola uptrend pada pergerakan harga saham akan terbuka lebar. "Akumulasi beli" pada level 7100-7300, dengan target harga secara bertahap di level 7525, 7725, 7875 dan 8525. Support: 6940.

8. WIKA

Pergerakan harga masih bertahan di atas garis bawah dari bollinger dan terlihat pola inverted hammer candle yang mengindikasikan adanya potensi stimulus beli. "Akumulasi beli" pada area 1940-1960, dengan target harga secara bertahap di level 1995, 2070, 2170, 2400, 2630 dan 3280. Support: 1940 dan 1885.
(ven)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Facebook
  • Disqus
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak