alexametrics

Tanri Abeng: Rini Soemarno Satu-satunya Menteri BUMN Paling Awet

loading...
Tanri Abeng: Rini Soemarno Satu-satunya Menteri BUMN Paling Awet
Tanri Abeng memuji mantan Menteri BUMN era Kabinet Rini Soemarno atas inisiasinya melakukan holdingisasi BUMN. Foto/Dok
A+ A-
JAKARTA - Mantan Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) era Orde Baru - Reformasi Tanri Abeng memuji mantan Menteri BUMN era Kabinet Rini Soemarno atas inisiasinya melakukan holdingisasi BUMN. Pasalnya terang dia, agar perusahaan-perusahaan pelat merah sukses dan kinerjanya meningkat, memang diperlukan superholding atau national holding.

"Bu Rini adalah satu-satunya menteri BUMN yang awet, berhasil menjabat hingga lebih dari 2,5 tahun, sebelumnya belum pernah ada," ungkap Tanri di Jakarta, Selasa (25/2/2020).

(Baca Juga: Majukan BUMN, Tanri Abeng Ungkap Butuh Superholding)



Lebih lanjut, Tanri menerangkan bahwa di periode sebelumnya, Rini dinilai berhasil menunjukkan bahwa BUMN benar-benar hadir di republik ini. "Saya sudah pernah merencanakan superholding dalam Blueprint saya di tahun 1999, yang saya harap akan dilanjutkan oleh pengganti saya. Namun sayangnya pengganti saya kala itu sibuk di bidang politik," imbuh Tanri.

Karena penggantinya tidak menjalankan blueprint tersebut, restrukturisasi BUMN pun hampir tidak ada prosesnya. "Blueprint itu saya buat karena untuk membayar utang era Soeharto, perlu ada value creation dalam BUMN, sementara kala itu kondisinya tidak sehat untuk dijual," paparnya.

Ia menerangkan, dalam blueprintnya terkait value creation untuk BUMN, perlu ada restrukturisasi, profitisasi, dan privatisasi perusahaan BUMN. Kemudian dari tahap itu bisa dilanjutkan menjadi superholding atau national holding agar terlepas dari birokratisasi dan politisasi.

"Kalau holdingisasi jalan, kita bisa maju lebih cepat ke skala global, selama tidak jalan, ya BUMN kita hanya akan jadi pemain lokal," tutur Tanri.
(akr)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Facebook
  • Disqus
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak