alexametrics

Penyebaran Virus Corona Tekan Banyak Mata Uang, Rupiah Tumbang ke Rp13.940

loading...
Penyebaran Virus Corona Tekan Banyak Mata Uang, Rupiah Tumbang ke Rp13.940
Rupiah tumbang 54 poin atau 0,39% ke posisi Rp13.940 per USD. Foto/SINDOnews
A+ A-
JAKARTA - Wabah virus corona mulai menyebar cepat ke luar China, mulai dari Korea Selatan, Timur Tengah, hingga Eropa. Para investor pun melihat ekonomi Amerika Serikat tidak akan kebal menghadapi virus ini, dan mendorong bank sentral AS, The Fed untuk memangkas suku bunga dalam mendukung ekonomi.

Meningkatnya kekhawatiran terhadap virus corona telah menekan banyak mata uang di dunia, terlebih emerging market. Kurs rupiah di pasar spot Bloomberg pada Rabu (26/2/2020), pulang tumbang 54 poin atau 0,39% ke posisi Rp13.940 per USD.

Sesi pembukaan, rupiah dibuka stagnan di level Rp13.886 per USD, sama dengan penutupan Selasa kemarin. Sepanjang Rabu ini, mata uang Garuda diperdagangkan di Rp13.885-Rp13.945 per USD.



Yahoo Finance mencatat rupiah pada Rabu petang ini, tenggelam 75 poin atau 0,54% ke Rp13.935 per USD, berbanding Rp13.860 per USD pada Selasa lalu. Hari ini, rupiah bergerak di kisaran Rp13.860-Rp13.940 per USD.

Wabah virus corona menjadi ancaman bagi pasar keuangan. Melansir dari Reuters, ekonomi Amerika Serikat yang selama ini dianggap investor lebih tangguh daripada ekonomi utama lainnya, mulai khawatir dengan corona.

Pejabat tinggi di Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS (CDC), Dr. Nancy Messonnier, memperingatkan pemerintah dan warga AS untuk mulai mempersiapkan diri menghadapi wabah corona. Pejabat kesehatan AS tersebut bahkan mengatakan virus corona bisa berdampak pada aset keuangan negara Paman Sam.

"Ketika wabah mulai menyebar dengan cepat ke Timur Tengah dan Eropa, para investor tidak lagi melihat ekonomi AS kebal dan mulai mendesak Federal Reserve untuk memangkas suku bunga," tulis Reuters.

Wakil Ketua The Fed, Richard Clarida, mengatakan bahwa The Fed sedang "memantau dengan seksama" wabah virus corona yang meningkat tetapi masih terlalu dini untuk mengukur apakah perlu melakukan perubahan kebijakan moneter.

Mengutip dari CNBC, kekhawatiran virus corona membuat indeks USD yang melacak greenback terhadap enam mata uang utama, berada di 99,080, lebih rendah dari posisi 99,3 pada sesi kemarin.
(ven)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Facebook
  • Disqus
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak