alexametrics

Besaran Kartu Sembako Jadi Rp200 Ribu, Sri Mulyani Gelontorkan Rp4,56 Triliun

loading...
Besaran Kartu Sembako Jadi Rp200 Ribu, Sri Mulyani Gelontorkan Rp4,56 Triliun
Menkeu Sri Mulyani Indrawati menerangkan, Kartu Sembako akan diberikan kepada 15,6 juta KPM yang dihitung dari periode waktu pembayaran tambahan bantuan selama enam bulan ke depan. Foto/Dok
A+ A-
JAKARTA - Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati menerangkan, Kartu Sembako akan diberikan kepada 15,6 juta KPM yang dihitung dari periode waktu pembayaran tambahan bantuan selama enam bulan ke depan. Total anggaran yang digelontorkan pemerintah mencapai Rp4,56 triliun.

"Kita buat paket untuk stimulasi konsumsi. Kita berikan tambahan kartu sembako yang Rp150 ribu per penerima jadi Rp200 ribu. Ada kenaikan Rp50 ribu per kartu penerima," ujar Menkeu Sri Mulyani di Jakarta, Rabu (26/2/2020).

(Baca Juga: Pemerintah Obral Insentif, Besaran Kartu Sembako Naik Jadi Rp200 Ribu)



Sambung dia mengungkapkan, pemerintah harus mendorong konsumsi rumah tangga mengingat pada kuartal IV-2019 konsumsi rumah tangga turun, sehingga tumbuh di bawah 5%. Stimulus ini juga menjadi bagian dari upaya pemerintah meredam dalam penyebaran wabah virus corona terhadap perekonomian nasional.

"Tambahan manfaat Kartu Sembako berpotensi meningkatkan konsumsi rumah tangga sebesar 0,034% dan menurunkan angka kemiskinan sekitar 0,114%. Kami pastikan tambahan manfaat Kartu Sembako tidak akan mendorong perubahan harga ke depan," tegas dia.

Hingga Februari 2020, kata Menkeu, total realisasi Kartu Sembako tercatat Rp4,46 triliun. Pemerintah melalui APBN 2020 telah menetapkan anggaran Kartu Sembako sebesar Rp 28,08 triliun dengan penambahan Rp4,56 triliun maka total anggaran kartu sembako menjadi sekitar Rp32 triliun.

"Dalam kebijakan sikap, harus countercyclical. Kalau ekonomi lemah, saya tidak boleh lemah," jelasnya.
(akr)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Facebook
  • Disqus
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak