alexametrics

Angka Peredaran Uang Rupiah Palsu Menurun Sejak 2015

loading...
Angka Peredaran Uang Rupiah Palsu Menurun Sejak 2015
Bank Indonesia dan Bareskrim Polri melakukan pemusnahan uang palsu. Foto/Dok.BI
A+ A-
JAKARTA - Bank Indonesia (BI) bersama Bareskrim Polri pada Rabu (26/2/2020), memusnahkan 50.087 lembar uang rupiah palsu, dengan denominasi pecahan Rp100.000 hingga Rp100.

Meski demikian, BI mengatakan jumlah peredaran uang palsu denominasi rupiah di Indonesia semakin menurun sejak 2015. Indikasinya terlihat dari dari rasio uang palsu terhadap uang asli yang menurun di tahun 2019 dibandingkan tahun 2015.

Tahun 2015, rasio uang rupiah palsu sebagai tolak ukur tingkat pemalsuan uang tercatat sebesar 11 lembar per 1 juta uang yang beredar (piece per million).



"Rasio tersebut menunjukkan dalam setiap satu juta lembar uang rupiah yang diedarkan, ditemukan 11 lembar uang rupiah palsu," terang Direktur Departemen Pengelolaan Uang BI, Yudi Harymukti dalam acara Pemusnahan Uang Palsu di Kantor Pusat BI Jakarta.

Namun, Yudi menyampaikan jumlah itu menurun, tahun 2019 rasionya menjadi sebesar 8 lembar per 1 juta uang yang beredar.

"Hal itu berarti dalam setiap satu juta lembar uang rupiah yang diedarkan, ditemukan 8 lembar uang rupiah palsu. Jadi terdapat penurunan sebanyak 3 piece per million sejak 2015 hingga 2019," ungkapnya.

Menurut Yudi, secara regional maupun di kawasan lain di dunia, mata uang rupiah masih relatif lebih baik dari segi tindakan pemalsuan dibandingkan mata uang euro, poundsterling, maupun dolar Amerika Serikat yang rasionya sudah mencapai ratusan per 1 juta.

"Kami akan terus melakukan upaya penanggulangan uang rupiah palsu, baik dari sisi preventif melalui penguatan kualitas unsur pengaman, sosialisasi, dan edukasi mengenai ciri keaslian uang rupiah," tegasnya.

Hal tersebut dilakukan untuk melindungi masyarakat dari risiko menjadi korban penerimaan uang rupiah palsu. Selain itu, upaya itu ditujukan untuk mendukung upaya represif guna memberikan efek jera kepada pelaku pemalsuan uang melalui kerjasama dengan aparat penegak hukum.

"Masyarakat juga dapat melakukan klarifikasi kepada BI kalau memiliki keraguan akan keaslian uang," tuturnya.
(ven)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Facebook
  • Disqus
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak