Dari Danau ke Pasar: Jumsari Pedagang Ikan Depok Berdaya Bersama BRI
Kamis, 06 Maret 2025 - 13:57 WIB
loading...
Jumsari pedagang ikan konsumsi air tawar yang mengikuti program BRI Klasterku Hidupku di Depok, Jawa Barat. Foto: SINDOnews/Susanto
A
A
A
DEPOK - Jumsari (31), seorang pedagang ikan konsumsi air tawar di Curug Agung, Depok, tak menyangka usahanya yang bermula dari menangkap ikan di danau saat kecil kini berkembang pesat. Berkat program Klasterku Hidupku dari BRI , pria asal Purwakarta, Jawa Barat, berhasil meningkatkan skala bisnisnya dengan menjual hingga delapan ton ikan per minggu.
Sejak kecil, Jumsari sudah akrab dengan dunia perikanan. Di kampung halamannya, ia kerap menangkap ikan mas, nila, dan mujair yang hidup di danau untuk dijual. Berbekal pengalaman itu, ia merintis usaha sendiri setelah menetap di Depok. Namun, keterbatasan modal membuatnya sulit berkembang lebih jauh.
Pada tahun 2020, Jumsari mengenal program pendanaan dari BRI. Awalnya, ia memanfaatkan dana talangan untuk menjaga kelancaran arus kasnya. Setelahnya, ia mendapatkan bantuan modal sebesar Rp150 juta melalui program Klasterku Hidupku . Dengan dana tersebut, ia mampu meningkatkan kapasitas pengiriman ikan dari Purwakarta hingga tujuh kuintal sekali kirim.
"BRI sangat membantu saya dalam mengembangkan usaha ini. Dulu saya hanya bisa menjual dalam jumlah kecil. Sekarang, dalam sebulan, omzet bisa mencapai Rp200 juta," ujar Jumsari.
![Dari Danau ke Pasar: Jumsari Pedagang Ikan Depok Berdaya Bersama BRI]()
Dari angka itu, Jumsari membelanjakan tiga per empat atau sekitar Rp150 juta untuk menjaga pasokan ikan tetap lancar dari Purwakarta. Sisanya, dia gunakan untuk menghidupi dua orang pegawai, sedang sisanya menjadi penghasilan bersih per bulan.
Selain membantu bisnisnya berkembang, Jumsari juga merasa senang karena usahanya berkontribusi dalam memenuhi kebutuhan pangan masyarakat. Ikan air tawar yang dijualnya bukan hanya digemari karena rasanya, tetapi juga karena kaya akan protein dan nutrisi penting. Protein dalam ikan diakui dunia medis mudah dicerna serta bermanfaat bagi pertumbuhan dan kesehatan tubuh.
Untuk harga ikan yang dijualnya, ikan mas dan mujair dibanderol Rp38 ribu per kilogram, ikan gurame Rp55 ribu, ikan bawal Rp35 ribu, ikan nila Rp40 ribu, dan ikan lele Rp28 ribu. "Dari semua jenis ikan, yang paling laku adalah lele dan nila. Masing-masing 150 kilogram per hari. Harapan saya, Ramadan tahun ini bisa terjual semua jenis ikan hingga delapan kuintal dalam sebulan," ungkapnya.
Program Klasterku Hidupku yang diinisiasi BRI memang bertujuan untuk membantu UMKM naik kelas. Menurut Pimpinan Cabang BRI Kota Depok, Yuliyanto, program ini tidak hanya memberikan bantuan modal, tetapi juga pendampingan dan pelatihan agar usaha semakin berkembang.
Sejak kecil, Jumsari sudah akrab dengan dunia perikanan. Di kampung halamannya, ia kerap menangkap ikan mas, nila, dan mujair yang hidup di danau untuk dijual. Berbekal pengalaman itu, ia merintis usaha sendiri setelah menetap di Depok. Namun, keterbatasan modal membuatnya sulit berkembang lebih jauh.
Pada tahun 2020, Jumsari mengenal program pendanaan dari BRI. Awalnya, ia memanfaatkan dana talangan untuk menjaga kelancaran arus kasnya. Setelahnya, ia mendapatkan bantuan modal sebesar Rp150 juta melalui program Klasterku Hidupku . Dengan dana tersebut, ia mampu meningkatkan kapasitas pengiriman ikan dari Purwakarta hingga tujuh kuintal sekali kirim.
"BRI sangat membantu saya dalam mengembangkan usaha ini. Dulu saya hanya bisa menjual dalam jumlah kecil. Sekarang, dalam sebulan, omzet bisa mencapai Rp200 juta," ujar Jumsari.

Dari angka itu, Jumsari membelanjakan tiga per empat atau sekitar Rp150 juta untuk menjaga pasokan ikan tetap lancar dari Purwakarta. Sisanya, dia gunakan untuk menghidupi dua orang pegawai, sedang sisanya menjadi penghasilan bersih per bulan.
Selain membantu bisnisnya berkembang, Jumsari juga merasa senang karena usahanya berkontribusi dalam memenuhi kebutuhan pangan masyarakat. Ikan air tawar yang dijualnya bukan hanya digemari karena rasanya, tetapi juga karena kaya akan protein dan nutrisi penting. Protein dalam ikan diakui dunia medis mudah dicerna serta bermanfaat bagi pertumbuhan dan kesehatan tubuh.
Untuk harga ikan yang dijualnya, ikan mas dan mujair dibanderol Rp38 ribu per kilogram, ikan gurame Rp55 ribu, ikan bawal Rp35 ribu, ikan nila Rp40 ribu, dan ikan lele Rp28 ribu. "Dari semua jenis ikan, yang paling laku adalah lele dan nila. Masing-masing 150 kilogram per hari. Harapan saya, Ramadan tahun ini bisa terjual semua jenis ikan hingga delapan kuintal dalam sebulan," ungkapnya.
Program Klasterku Hidupku yang diinisiasi BRI memang bertujuan untuk membantu UMKM naik kelas. Menurut Pimpinan Cabang BRI Kota Depok, Yuliyanto, program ini tidak hanya memberikan bantuan modal, tetapi juga pendampingan dan pelatihan agar usaha semakin berkembang.
Lihat Juga :