alexametrics

Antisipasi Pertumbuhan Ekonomi RI Terancam Turun ke 4,7%

loading...
Antisipasi Pertumbuhan Ekonomi RI Terancam Turun ke 4,7%
Pemerintah diingatkan harus meningkatkan koordinasi antar lembaga terkait untuk meredam dampak negatif epidemi virus Corona. Foto/Ilustrasi
A+ A-
JAKARTA - Kementerian Keuangan (Kemenkeu) menyatakan Indonesia mulai merasakan dampak penurunan ekonomi China akibat virus Corona. Pengaruh terhadap ekonomi Indonesia di kisaran 0,3% hingga 0,6%. Sehingga ekonomi Indonesia bisa turun sampai 4,7% di kuartal pertama tahun ini.

Anggota Komisi XI DPR RI Puteri Anneta Komarudin mengatakan, dalam kondisi tertekan seperti saat ini maka dia mengingatkan pemerintah harus segera meningkatkan koordinasi antar lembaga terkait. Baik dari kementerian kesehatan, imigrasi, dan instansi terkait lainnya untuk meredam dampak negatif epidemi virus Corona.

"Ini sangat penting agar masyarakat tetap tenang, namun di sisi lain juga harus tetap waspada," ujar Puteri.



Selain itu menurut dia, pemerintah juga harus segera mencari upaya agar bisa terus menjaga stabilitas perekonomian nasional. Karena dampak epidemi virus ini sudah mulai terasa terutama di sektor perdagangan dan pariwisata. Maka dari itu juga perlu untuk mulai mencari inovasi dan solusi guna mengantisipasi kemungkinan terburuk yang dapat terjadi.

"Pemerintah harus secepatnya memberikan solusi karena kemungkinan terburuk yang terjadi bisa bermuara pada resesi ekonomi global. Ini harus ada solusi dan segera diantisipasi," ujar dia.

Chief Economist BNI Sekuritas Damhuri Nasution menilai revisi yang dilakukan pemerintah adalah sebuah langkah wajar. Ini mengingat dampak virus Corona terhadap perekonomian nasional dan global ternyata lebih parah dibandingkan SARS maupun prediksi ekonom sebelumnya.

"Dengan revisi ini pemerintah tampaknya lebih realistis. Penyebaran virus Corona ini memang menyebabkan ekspor menurun," ujar Damhuri di Jakarta.

Dia menilai dampak tekanan terlihat pada aktivitas di beberapa sektor seperti manufaktur, pertanian dan pertambangan yang produknya diekspor, juga akan menurun. Disamping itu juga tekanan di sektor jasa seperti transportasi, hotel dan restoran, serta pariwisata juga akan menurun. "Tekanan tersebut khususnya karena penurunan turis yang datang ke Indonesia akibat virus Corona," ungkapnya.

Namun dia juga melihat Indonesia belum terdampak seperti perekonomian China atau Korsel sehingga harus melakukan relaksasi masif untuk menyelamatkan perekonomian nasionalnya. Menurutnya ini karena porsi ekspor barang dan jasa dalam perekonomian Indonesia masih relatif kecil atau kurang dari 20%. "Maka dampak yang dirasakan oleh Indonesia akan lebih kecil dibandingkan negara-negara tetangga dengan porsi ekspor dalam ekonominya lebih besar," ujarnya.
(akr)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Facebook
  • Disqus
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak