alexametrics

Buwas Sebut Sisa Beras Impor Bulog Masih 900 Ribu Ton

loading...
Buwas Sebut Sisa Beras Impor Bulog Masih 900 Ribu Ton
Direktur Utama Perum Bulog, Budi Waseso. Foto/SINDOnews/Rina Anggraeni
A+ A-
JAKARTA - Direktur Utama Perum Badan Urusan Logistik (Bulog), Budi Waseso, mengatakan dari 1,8 juta ton beras yang diimpor pada 2017, saat ini masih tersisa 900 ribu ton. Sisa beras impor tersebut memiliki kualitas yang bagus, sehingga aman untuk menjaga pasokan beras nasional.

"Jadi saat ini sisa beras impor di seluruh Indonesia, masih ada 900 ribu ton dari total impor 1,8 juta ton di tahun 2017, yang waktu itu masuknya Februari 2018," terang Buwas--sapaan akrabnya--di Jakarta, Kamis (27/02/2020).

Buwas mengatakan seluruh pasokan beras impor ini disimpan sebaik mungkin sehingga kualitas mutu beras masih terjamin. "Karena mereka melalui akses yang benar, artinya melalui dryer, pengeringan sempurna, proses penggilingannya juga sempurna. Ini mengakibatkan mereka lebih punya daya tahan dan kualitas yang lebih baik," jelasnya.



Dia menambahkan kualitas dan daya tahan beras tersebut akan terjaga selama proses penyimpanan tidak mengalami kelembapan. "Selama penyimpanan kita baik tidak ada kelembaban yang menganggu itu bisa," sambungnya.

Buwas mengatakan, pihaknya akan mengikuti langkah yang dilakukan beberapa negara lain, yaitu dengan membangun pressurized, membangun pengolahan beras yang harus melalui proses pengeringan. "Sehingga padi dari masyarakat itu diyakini kualitasnya bagus dan pengeringan yang maksimal," jelasnya.
(ven)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Facebook
  • Disqus
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak