alexametrics

Dana Asing Kabur dari Indonesia, Kurs Rupiah Makin Tenggelam

loading...
Dana Asing Kabur dari Indonesia, Kurs Rupiah Makin Tenggelam
Bank Indonesia (BI) mengungkapkan, pelemahan nilai tukar rupiah hari ini masih merupakan dampak dari pelepasan portofolio asing dari aset emerging market termasuk dari Indonesia. Foto/Ilustrasi
A+ A-
JAKARTA - Bank Indonesia (BI) mengungkapkan, pelemahan kurs rupiah yang semakin dalam menjelang akhir pekan karena kekhawatiran investor terhadap virus corona yang terus meluas. Kondisi tersebut diyakini membuat dana asing banyak yang kabur dari negara-negara berkembang, termasuk Indonesia di dalamnya.

Kepala Departemen Pengelolaan Moneter BI, Nanang Hendarsah mengatakan, pelemahan nilai tukar rupiah hari ini masih merupakan dampak dari pelepasan portofolio asing dari aset emerging market termasuk dari Indonesia. Mereka diterangkan lebih memilih ke aset yang dipandang aman terutama obligasi pemerintah AS.

Oleh karenanya meningkatnya pembelian obligasi AS menyebabkan yieldnya turun hingga 1.30%."Hampir seluruh aset finansial negara emerging market (EM) tertekan dan Indonesia termasuk dalam satu basket portfolio EM," ujar Nanang di Jakarta, Kamis (27/2/2020).



Namun dia meyakini setelah risk off global karena wabah COVID 19 ini reda, dana asing akan kembali masuk ke pasar keuangan Indonesia karena yield obligasi Indonesia masih menawarkan imbal hasil (yield SBN 10th saat ini di 6.67%) yang tertinggi dalam skala negara EM, di tengah besarnya likuditas global saat ini karena ekspansi likuditas di negara negara maju.

"Secara fundamental kondisi ekonomi Indonesia juga dalam posisi yang lebih resilien dibandingkan negara PEER. BI tetap berada di pasar spot, bond, dan DNDF untuk memastikan volatilitas kurs rupiah tetap terkelola dalam batas yang wajar," jelasnya.

Pada akhir sesi, kurs rupiah berakhir anjlok 85 poin atau 0,61% ke Rp14.025/USD. Berdasarkan referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI, rupiah hari ini ambruk ke Rp14.018 per USD setelah sebelumnya bertengger di posisi Rp13.966/USD.

Sedangkan Data Yahoo Finance menunjukkan rupiah lesu hingga menyentuh level Rp14.020 per USD dari sebelumnya Rp13.860/USD. Pergerakan harian rupiah pada hari ini berada pada kisaran Rp13.860-Rp14.020/USD. Hasil ini membuat rupiah telah sakit alias melemah selama delapan hari berturut-turut.
(akr)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Facebook
  • Disqus
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak