alexametrics

Ironi Agen Asuransi Umum, Dipandang Ilegal Tapi Berkontribusi Besar ke Premi

loading...
Ironi Agen Asuransi Umum, Dipandang Ilegal Tapi Berkontribusi Besar ke Premi
A3UI sendiri merupakan wadah Agen Ahli Asuransi Umum Indonesia yang bertuan menghimpun semua agen asuransi umum seluruh Indonesia. Foto/Dok
A+ A-
JAKARTA - Profesi agen asuransi menjadi salah satu pilihan menarik bagi masyarakat Indonesia, namun hingga saat ini profesi tersebut belum mendapatkan apresiasi secara luas meskipun keberadaannya diakui melalui UU No.40/2014. Ironisnya ada yang berpandangan bahwa kegiatan agen adalah profesi yang illegal, tetapi di lain pihak sumbangan agen terhadap produksi premi asuransi umum sangat signifikan.- Gross Written Premum rata-rata 50% bahkan lebih.

Memang selama ini jasa agen asuransi umum hanya dimanfaatkan oleh perusahaan asuransi untuk menghasilkan premi semata, padahal dengan potensi profesionalitas para agen sangat mumpuni untuk memasyaratkan bisnis asuransi. Pasalnya mereka adalah ujung tombak perusahaan asuransi.

Ketua Agen Ahli Asuransi Umum Indonesia (A3UI) Baidi Montana menerangkan, bakal menegakan etika profesi agen ketika Undang-undang (UU) yang berlaku saat ini dinilai belum memadai di dalam mengakomodasi kepentingan agen. "Malah ada peraturan yang diterbitkan oleh regulator sangat tidak berpihak pada operasional bisnis ke-agenan. Peraturan OJK No.69/POJK 05/2016, yang mengatur satu agen asuransi terasa sangat membatasi ruang lingkup kegiatan usaha agen," ungkapnya di Jakarta, Kamis (27/2/2020).



Lebih lanjut Ia mengingatkan, bahwa produk asuransi yang dipasarkan sangat variatif, dan nilai pertanggungan bisa sangat besar sehingga memerlukan dukungan reasuransi dimana pihak agen bertanggung jawab mencari perusahaan asuransi untuk memback-up. "Manakala, back up reasuransi sudah diperoleh, agen yang bersangkutan harus tercatat lagi sebagai agen pada perusahaan-perusahaan tersebut, sehingga agen yang bersangkutan tercatat pada lebih dari satu perusahaan asuransi," jelas Baidi.

Dia juga menilai perlu dijelaskan oleh Regulator apakah sebenarnya bahaya dari seorang agen tercatat pada lebih dari satu perusahaan asuransi atau meng-ageni lebih dari satu perusahan asuransi?. "Sebagai contoh Perusahaan Travel Biro menjual tiket dari berbagai perusahaan penerbangan, tidak ada masalah, seharusnya agen asuransi pun mendapatkan perlakuan yang sama," paparnya.

Sambung dia mempertanyakan, apakah para regulator mulai dari DPR, OJK dan Instansi terkait dapat meninjau kembali peraturan-peraturan yang dirasa masih belum sempurna tersebut? "Ke depannya diharapkan A3UI dapat mengorganisir anggota-anggotanya bersinergi dengan instansi-instansi terkait sehingga dapat memberikan kontribusi pemikiran untuk lebih memajukan industri perasiransian di Indonesia," paparnya.

A3UI sendiri merupakan wadah Agen Ahli Asuransi Umum Indonesia yang bertuan menghimpun semua agen asuransi umum seluruh Indonesia. Berdiri 2 tahun yang lalu. Melalui perhimpunan ini para agen dapat saling berbagi pengalaman, berbagi masalah serta mencari solusi terbaik untuk kepentingan bersama.

“Setelah pengukuhan pengurus secara resmi pada tanggal 20 Februari 2020 diharapkan A3UI mampu menghimpun dan mengorganisir anggota-anggotanya mengadvokasi permasalahan yang dihadapi dan mencari solusi yang seadil-adilnya dengan menegakan etika profesi agen," terang Baidi Montana.
(akr)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Facebook
  • Disqus
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak