Siap-siap, OJK Bakal Atur Influencer Keuangan Wajib Tersertifikasi
Rabu, 12 Maret 2025 - 08:55 WIB
loading...
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) akan mengatur influencer keuangan yang semakin marak di media sosial. FOTO/dok.SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi, dan Pelindungan Konsumen Otoritas Jasa Keuangan ( OJK ) Friderica Widyasari Dewi menyoroti fenomena financial influencer (finfluencer) yang semakin marak di media sosial. Kiki, sapaan akrabnya, mengakui banyak di antara mereka tidak memiliki latar belakang keuangan yang mumpuni, tetapi memberikan rekomendasi investasi atau produk jasa keuangan.
Namun, disadari sisi positifnya, bahwa jangkauan finfluencer dan hubungan parasosial yang terbentuk antara pemengaruh dengan pengikutnya dapat memberikan dampak yang positif dalam aktivitas edukasi keuangan.
"Banyak sekali contohnya orang yang tidak punya background, yang tidak mumpuni, tiba-tiba menjadi finfluencer, kemudian mempengaruhi masyarakat untuk melakukan suatu ketindakan tertentu,” kata Kiki saat ditemui di Gedung OJK, Jakarta Pusat, Selasa (11/3).
Baca Juga: OJK: Stabilitas Jasa Keuangan Tetap Terjaga di Tengah Dinamika Global dan Domestik
Bukan tanpa alasan regulator mencemaskan hal itu. Kiki menyebut pihaknya menemukan sejumlah fakta bahwa beberapa influencer berpura-pura sebagai pengguna produk, padahal mereka sebenarnya mendapat komisi dari pihak tertentu.
Namun, disadari sisi positifnya, bahwa jangkauan finfluencer dan hubungan parasosial yang terbentuk antara pemengaruh dengan pengikutnya dapat memberikan dampak yang positif dalam aktivitas edukasi keuangan.
"Banyak sekali contohnya orang yang tidak punya background, yang tidak mumpuni, tiba-tiba menjadi finfluencer, kemudian mempengaruhi masyarakat untuk melakukan suatu ketindakan tertentu,” kata Kiki saat ditemui di Gedung OJK, Jakarta Pusat, Selasa (11/3).
Baca Juga: OJK: Stabilitas Jasa Keuangan Tetap Terjaga di Tengah Dinamika Global dan Domestik
Bukan tanpa alasan regulator mencemaskan hal itu. Kiki menyebut pihaknya menemukan sejumlah fakta bahwa beberapa influencer berpura-pura sebagai pengguna produk, padahal mereka sebenarnya mendapat komisi dari pihak tertentu.
Lihat Juga :