alexametrics

Nilai Kapitalisasi Pasar Modal Turun 7,30% Sepekan Jadi Rp6.304 Triliun

loading...
Nilai Kapitalisasi Pasar Modal Turun 7,30% Sepekan Jadi Rp6.304 Triliun
Data perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI) selama sepekan ini ditutup bervariasi, dengan nilai kapitalisasi pasar modal turun 7,30% atau berada pada posisi Rp6.304,205 triliun. Foto/Dok
A+ A-
JAKARTA - Data perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI) selama sepekan ini ditutup bervariasi, dengan nilai kapitalisasi pasar modal turun 7,30% atau berada pada posisi Rp6.304,205 triliun dari Rp6.800,649 triliun pada pekan perdagangan minggu lalu. Sementara pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) anjlok 7,30% untuk menyentuh posisi 5.452,70 dari 5.882,25 pada penutupan pekan sebelumnya.

Sedangkan rata-rata nilai transaksi harian yang mengalami peningkatan tajam sebesar 15,60% atau sebesar Rp7,068 triliun dari Rp6,114 triliun pada pekan sebelumnya. "Nilai kapitalisasi pasar sebesar 7,30% atau berada pada posisi Rp6.304,205 triliun," tulis BEI di Jakarta, Sabtu (29/2/2020).

Kemudian, peningkatan juga terjadi pada rata-rata volume transaksi harian, yaitu sebesar 9,91% atau sebesar 6.860 miliar unit saham dari 6.241 miliar unit saham pada penutupan minggu lalu. Pada pekan ini, rata-rata frekuensi transaksi harian turut mengalami kenaikan sebesar 13,26% atau sebesar 429.943 ribu kali transaksi dibandingkan minggu lalu sebesar 379.618 ribu kali transaksi.



Pekan ini, tepatnya pada Jumat (28/2) terdapat pencatatan Obligasi Berkelanjutan II PP Properti Tahap I Tahun 2020 yang diterbitkan oleh PT PP Properti Tbk dengan nilai nominal sebesar Rp416.465.000.000. Hasil pemeringkatan untuk Obligasi ini adalah BBB+(idn) (Triple B Plus) dari PT Fitch Ratings Indonesia (Fitch). Bertindak sebagai Wali Amanat dalam emisi ini adalah PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten Tbk.

Total emisi Obligasi dan Sukuk yang sudah tercatat sepanjang tahun 2020 adalah 8 Emisi dari 7 Emiten senilai Rp12,56 Triliun. Dengan pencatatan ini maka total emisi Obligasi dan Sukuk yang tercatat di BEI berjumlah 428 emisi dengan nilai nominal outstanding sebesar Rp448,73 Triliun dan USD47,5 juta, diterbitkan oleh 117 Emiten.

Surat Berharga Negara (SBN) tercatat di BEI berjumlah 94 seri dengan nilai nominal Rp2.818,93 Triliun dan USD400 juta. EBA sebanyak 11 emisi senilai Rp10,21 Triliun. Investor asing mencatatkan nilai jual bersih sebesar Rp17,21 miliar, sedangkan sepanjang tahun 2020, jual bersih asing tercatat sebesar Rp4.723,44 miliar.
(akr)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Facebook
  • Disqus
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak