Begini Cara SPBU Jaga Kualitas BBM, Dari Density hingga Pengambilan Sampel
Selasa, 18 Maret 2025 - 15:29 WIB
loading...
Pertamina Patra Niaga memastikan BBM yang disalurkan di SPBU memenuhi standar kualitas. Penerapan standar kualitas di setiap SPBU dimulai dari proses pengiriman hingga penyimpanan. Foto/Dok. SindoNews
A
A
A
JAKARTA - Pertamina Patra Niaga memastikan BBM yang disalurkan di SPBU memenuhi standar kualitas. Penerapan standar kualitas BBM di setiap SPBU dimulai dari proses pengiriman hingga penyimpanan. Setiap tahap diawasi guna memenuhi standar yang telah ditetapkan.
Suma Hidayat, seorang kepala shift salah satu SPBU Pertamina di Jl MT Haryono Jakarta menjelaskan, setiap pagi mereka mengecek density dan tera untuk memastikan kualitas bahan bakar. Saat mobil tangki datang, mereka cek dokumen surat jalan, mengukur density, dan memastikan tidak ada kandungan air menggunakan pasta air.
”Jika tidak sesuai dengan standar, seperti density yang tidak sesuai atau ada kandungan air, kami wajib menolak pengiriman tersebut,” katanya dalam siaran pers, Selasa (18/3/2025). Baca juga: Antisipasi Cuaca Ekstrem, Pertamina Pastikan Pasokan BBM Mudik Aman
Sejak truk tangki datang mengantar bahan bakar motor (BBM), tugas kepala shift harus langsung melakukan pengecekan dengan detail. Setiap pengiriman BBM oleh mobil tangki melalui pemeriksaan teliti. ”Mulai dari verifikasi segel hingga memastikan keakuratan jumlah dan kualitas BBM sebelum masuk ke tangki penyimpanan dan dispenser di SPBU,” ujarnya.
Suma menambahkan, pihak SPBU selalu mengganti botol sampel BBM setiap kali ada pembongkaran atau memindahkan BBM dari truk tangki ke bak penampung BBM. “Botol ini ditempatkan di area pompa untuk memberi tahu konsumen bahwa bahan bakar telah melalui proses pengecekan sesuai SOP,” tambahnya.
Langkah-langkah ini telah membangun kepercayaan di kalangan pelanggan, termasuk Lutfi, pengguna motor yang tinggal di Mekarsari, Cileungsi. “Kalau berangkat kerja untuk pulang pergi kan otomatis kita butuh bensin ya. Nah saya itu dari kosan ke kerjaan itu lumayan jauh kak. Saya itu sering buru-buru, jadi saya pilih Pertamax biar gak ngantre. Selain itu tarikannya (akselerasi motor) juga lebih enak (dengan pertamax),” katanya.
Bila sedang di SPBU, Lutfi mengatakan beberapa kali menggunakan failitas yang tersedia. Ketika sedang dalam perjalanan harus menunaikan ibadah salat, sering ia menggunakan musala di SPBU.
“Kalau saya biasanya ke musala, kalau pulangnya maghrib. Biasanya saya isi bensin dulu baru saya salat. Kan lumayan enak nyaman musalanya, toiletnya juga bersih,” jelasnya.
Para pelanggan juga membagikan pengalaman mereka saat menggunakan produk dan layanan Pertamina. “Kalau soal pelayanan, saya rasa lumayan baik cara melayaninya. Saya juga merasa nyaman karena Pertamax ini sudah jadi kebiasaan dari dulu di keluarga kami,” Viganti, seorang pelajar yang menggunakan motor.
Viganti juga menyoroti kualitas BBM yang dijual di SPBU. “Kualitas BBM-nya konsisten, dan staf di SPBU ramah-ramah, jadi ya menyenangkan aja,” katanya.
Sementara, Sultan, pelanggan setia Pertamina lainnya, mengungkapkan alasannya memilih Pertamax. “Motor saya minimalnya memang pakai Pertamax. Kalau turbo, harganya lebih mahal, jadi saya pilih Pertamax aja. Saya juga suka karena SPBU dekat rumah, lengkap fasilitasnya, toiletnya bersih, ada Bright Store juga. Jadi pengalaman saya di SPBU ini ya bagus ya,” ujarnya.
Sultan mengaku selalu memilih Pertamax karena keandalannya. “Pertamax ini buat motor saya berfungsi optimal, bahkan untuk perjalanan jauh,” tambahnya.
Sementara itu, Andilo, seorang ASN, yang menggunakan moda kendaraan roda empat atau mobil menyoroti pentingnya transparansi dalam layanan Pertamina. “Saya memilih Pertamax karena memberikan performa yang lebih halus untuk mobil saya. Ini juga bentuk dukungan saya terhadap produk dalam negeri. Saya juga yakin sama produk Pertamina,” tandasnya. Baca juga: Jaksa Agung Tegaskan Kualitas Pertamax yang Beredar Bagus, Bukan Oplosan
Menurutnya, transparansi harus dikedepankan pihak Pertamina Patra Niaga. Mengenai isu yang menerpa Pertamina akhir-akhir ini, menurutnya harus dijawab dengan baik dan kedepannya Pertamina harus terus memperbaiki diri.
Proses produksi Pertamax juga perlu lebih dijelaskan ke masyarakat, juga quality control-nya. Hal ini agar masyarakat lebih yakin kalau ini benar-benar RON 92. ”Saya harap Pertamina terus menjaga transparansi mengenai kualitas BBM-nya, karena ini membantu membangun kembali kepercayaan di kalangan pengguna,” tuturnya.
Suma Hidayat, seorang kepala shift salah satu SPBU Pertamina di Jl MT Haryono Jakarta menjelaskan, setiap pagi mereka mengecek density dan tera untuk memastikan kualitas bahan bakar. Saat mobil tangki datang, mereka cek dokumen surat jalan, mengukur density, dan memastikan tidak ada kandungan air menggunakan pasta air.
”Jika tidak sesuai dengan standar, seperti density yang tidak sesuai atau ada kandungan air, kami wajib menolak pengiriman tersebut,” katanya dalam siaran pers, Selasa (18/3/2025). Baca juga: Antisipasi Cuaca Ekstrem, Pertamina Pastikan Pasokan BBM Mudik Aman
Sejak truk tangki datang mengantar bahan bakar motor (BBM), tugas kepala shift harus langsung melakukan pengecekan dengan detail. Setiap pengiriman BBM oleh mobil tangki melalui pemeriksaan teliti. ”Mulai dari verifikasi segel hingga memastikan keakuratan jumlah dan kualitas BBM sebelum masuk ke tangki penyimpanan dan dispenser di SPBU,” ujarnya.
Suma menambahkan, pihak SPBU selalu mengganti botol sampel BBM setiap kali ada pembongkaran atau memindahkan BBM dari truk tangki ke bak penampung BBM. “Botol ini ditempatkan di area pompa untuk memberi tahu konsumen bahwa bahan bakar telah melalui proses pengecekan sesuai SOP,” tambahnya.
Langkah-langkah ini telah membangun kepercayaan di kalangan pelanggan, termasuk Lutfi, pengguna motor yang tinggal di Mekarsari, Cileungsi. “Kalau berangkat kerja untuk pulang pergi kan otomatis kita butuh bensin ya. Nah saya itu dari kosan ke kerjaan itu lumayan jauh kak. Saya itu sering buru-buru, jadi saya pilih Pertamax biar gak ngantre. Selain itu tarikannya (akselerasi motor) juga lebih enak (dengan pertamax),” katanya.
Bila sedang di SPBU, Lutfi mengatakan beberapa kali menggunakan failitas yang tersedia. Ketika sedang dalam perjalanan harus menunaikan ibadah salat, sering ia menggunakan musala di SPBU.
“Kalau saya biasanya ke musala, kalau pulangnya maghrib. Biasanya saya isi bensin dulu baru saya salat. Kan lumayan enak nyaman musalanya, toiletnya juga bersih,” jelasnya.
Para pelanggan juga membagikan pengalaman mereka saat menggunakan produk dan layanan Pertamina. “Kalau soal pelayanan, saya rasa lumayan baik cara melayaninya. Saya juga merasa nyaman karena Pertamax ini sudah jadi kebiasaan dari dulu di keluarga kami,” Viganti, seorang pelajar yang menggunakan motor.
Viganti juga menyoroti kualitas BBM yang dijual di SPBU. “Kualitas BBM-nya konsisten, dan staf di SPBU ramah-ramah, jadi ya menyenangkan aja,” katanya.
Sementara, Sultan, pelanggan setia Pertamina lainnya, mengungkapkan alasannya memilih Pertamax. “Motor saya minimalnya memang pakai Pertamax. Kalau turbo, harganya lebih mahal, jadi saya pilih Pertamax aja. Saya juga suka karena SPBU dekat rumah, lengkap fasilitasnya, toiletnya bersih, ada Bright Store juga. Jadi pengalaman saya di SPBU ini ya bagus ya,” ujarnya.
Sultan mengaku selalu memilih Pertamax karena keandalannya. “Pertamax ini buat motor saya berfungsi optimal, bahkan untuk perjalanan jauh,” tambahnya.
Sementara itu, Andilo, seorang ASN, yang menggunakan moda kendaraan roda empat atau mobil menyoroti pentingnya transparansi dalam layanan Pertamina. “Saya memilih Pertamax karena memberikan performa yang lebih halus untuk mobil saya. Ini juga bentuk dukungan saya terhadap produk dalam negeri. Saya juga yakin sama produk Pertamina,” tandasnya. Baca juga: Jaksa Agung Tegaskan Kualitas Pertamax yang Beredar Bagus, Bukan Oplosan
Menurutnya, transparansi harus dikedepankan pihak Pertamina Patra Niaga. Mengenai isu yang menerpa Pertamina akhir-akhir ini, menurutnya harus dijawab dengan baik dan kedepannya Pertamina harus terus memperbaiki diri.
Proses produksi Pertamax juga perlu lebih dijelaskan ke masyarakat, juga quality control-nya. Hal ini agar masyarakat lebih yakin kalau ini benar-benar RON 92. ”Saya harap Pertamina terus menjaga transparansi mengenai kualitas BBM-nya, karena ini membantu membangun kembali kepercayaan di kalangan pengguna,” tuturnya.
(poe)
Lihat Juga :