Dihantui Tarif AS, Rupiah Terancam Tembus Rp17.000 - IHSG Rontok
Kamis, 03 April 2025 - 11:28 WIB
loading...
Pengamat pasar uang brahim Assuaibi mengatakan ada kemungkinan nilai tukar rupiah akan pecah telur melemah ke Rp17.000 per USD. FOTO/Ilustrasi
A
A
A
JAKARTA - Nilai tukar rupiah diperkirakan bakal mengalami tekanan hebat dan berpotensi melemah menembus level Rp17.000 per dolar AS (USD) pada pekan depan. Hal ini dipicu oleh kebijakan tarif impor resiprokal yang diterapkan Amerika Serikat (AS) pada 2 April 2025, yang juga berdampak pada Indonesia.
Pengamat mata uang Ibrahim Assuaibi mengatakan, kebijakan tarif impor AS sebesar 32 persen ini akan memicu kenaikan harga emas dunia dan meningkatkan tensi geopolitik global. Ketegangan geopolitik yang dimaksud mencakup konflik di Timur Tengah, ancaman AS terhadap Iran terkait program nuklirnya, dan potensi perang kembali antara Rusia dan Ukraina. Kondisi ini memperburuk sentimen pasar dan menekan nilai tukar rupiah.
Baca Juga: Tarif Trump 32% Bakal Gerus Ekspor Indonesia, Awas PHK Massal
"Dalam perang dagang ini membuat mata uang rupiah kembali melakukan pelemahan dan kemungkinan besar dalam minggu-minggu ini pembukaan pasar level Rp16.900 kemungkinan besar akan terjadi. Ada kemungkinan besar akan pecah telur juga di Rp17.000 (per USD), ini harus berhati-hati," kata Ibrahim dalam keterangannya, Kamis (3/4/2025).
Dampak dari perang dagang ini menurutnya juga diperkirakan akan memukul Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Ibrahim memprediksi IHSG akan mengalami penurunan 2-3 persen pada perdagangan Senin pekan depan. "Karena dampak dari perang dagang ini cukup luar biasa apalagi Indonesia sudah masuk dalam biaya impor dari Amerika," ungkap Ibrahim.
Pengamat mata uang Ibrahim Assuaibi mengatakan, kebijakan tarif impor AS sebesar 32 persen ini akan memicu kenaikan harga emas dunia dan meningkatkan tensi geopolitik global. Ketegangan geopolitik yang dimaksud mencakup konflik di Timur Tengah, ancaman AS terhadap Iran terkait program nuklirnya, dan potensi perang kembali antara Rusia dan Ukraina. Kondisi ini memperburuk sentimen pasar dan menekan nilai tukar rupiah.
Baca Juga: Tarif Trump 32% Bakal Gerus Ekspor Indonesia, Awas PHK Massal
"Dalam perang dagang ini membuat mata uang rupiah kembali melakukan pelemahan dan kemungkinan besar dalam minggu-minggu ini pembukaan pasar level Rp16.900 kemungkinan besar akan terjadi. Ada kemungkinan besar akan pecah telur juga di Rp17.000 (per USD), ini harus berhati-hati," kata Ibrahim dalam keterangannya, Kamis (3/4/2025).
Dampak dari perang dagang ini menurutnya juga diperkirakan akan memukul Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Ibrahim memprediksi IHSG akan mengalami penurunan 2-3 persen pada perdagangan Senin pekan depan. "Karena dampak dari perang dagang ini cukup luar biasa apalagi Indonesia sudah masuk dalam biaya impor dari Amerika," ungkap Ibrahim.
Lihat Juga :