Pemerintah Siapkan Opsi Diskon PPN dan PPh Impor dalam Proposal Dagang ke AS
Senin, 07 April 2025 - 20:51 WIB
loading...
A
A
A
“Pemeriksaan sekarang waktunya dipangkas hampir separuh. Untuk restitusi juga dipercepat agar pengusaha bisa mendapat layanan yang lebih transparan dan adil. Ini reformasi yang juga ditunggu oleh pelaku usaha,” ujarnya.
Ia menambahkan, bahwa langkah-langkah ini bukan hanya merespons dinamika perdagangan dengan AS, tetapi juga bagian dari agenda reformasi struktural dalam sistem perdagangan dan perpajakan nasional. “Kita memang belum komit apa-apa, tapi ini menjadi momentum untuk meluncurkan berbagai reformasi sekaligus,” pungkas Anggito.
Dalam kesempatan yang sama, Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Febrio Kacaribu menambahkan, pemerintah belum melakukan perubahan terhadap postur fiskal nasional pasca wacana pengenaan tarif dari AS. Namun demikian, pemerintah tetap bersiap menghadapi segala kemungkinan dalam dinamika perdagangan global yang saat ini bergerak sangat cepat.
“Belum ada pengumuman (dari AS), tapi tentu kita tetap kelola kondisi ini dengan hati-hati. Dinamika sangat tinggi, dan yang ingin kita fokuskan sekarang adalah merespon dengan taktis,” kata Febrio.
Ia menyebut bahwa tim ekonomi pemerintah saat ini telah bekerja secara intensif menyiapkan materi negosiasi, yang akan dibawa oleh Menko Perekonomian dalam pertemuan dengan mitra Amerika Serikat. “Tadi sudah disampaikan oleh Pak Menko, tim sudah sangat intens menyiapkan dan kita siap untuk negosiasi,” ujarnya.
Terkait kemungkinan jenis insentif fiskal atau penurunan pajak terhadap barang-barang asal AS, Febrio enggan berspekulasi. “Saya nggak spekulasi, tapi menunya sudah kita siapkan. Masa mau negosiasi kita bocorin? Kamu agennya siapa sih? Hahaha,” ungkap Febrio.
Ia menambahkan, bahwa langkah-langkah ini bukan hanya merespons dinamika perdagangan dengan AS, tetapi juga bagian dari agenda reformasi struktural dalam sistem perdagangan dan perpajakan nasional. “Kita memang belum komit apa-apa, tapi ini menjadi momentum untuk meluncurkan berbagai reformasi sekaligus,” pungkas Anggito.
Dalam kesempatan yang sama, Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Febrio Kacaribu menambahkan, pemerintah belum melakukan perubahan terhadap postur fiskal nasional pasca wacana pengenaan tarif dari AS. Namun demikian, pemerintah tetap bersiap menghadapi segala kemungkinan dalam dinamika perdagangan global yang saat ini bergerak sangat cepat.
“Belum ada pengumuman (dari AS), tapi tentu kita tetap kelola kondisi ini dengan hati-hati. Dinamika sangat tinggi, dan yang ingin kita fokuskan sekarang adalah merespon dengan taktis,” kata Febrio.
Ia menyebut bahwa tim ekonomi pemerintah saat ini telah bekerja secara intensif menyiapkan materi negosiasi, yang akan dibawa oleh Menko Perekonomian dalam pertemuan dengan mitra Amerika Serikat. “Tadi sudah disampaikan oleh Pak Menko, tim sudah sangat intens menyiapkan dan kita siap untuk negosiasi,” ujarnya.
Terkait kemungkinan jenis insentif fiskal atau penurunan pajak terhadap barang-barang asal AS, Febrio enggan berspekulasi. “Saya nggak spekulasi, tapi menunya sudah kita siapkan. Masa mau negosiasi kita bocorin? Kamu agennya siapa sih? Hahaha,” ungkap Febrio.
Lihat Juga :