AS-China Perang Dagang, Prabowo: Indonesia Netral dan Siap Jadi Jembatan

Sabtu, 12 April 2025 - 16:58 WIB
loading...
AS-China Perang Dagang,...
Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa Indonesia siap menjadi jembatan bagi AS-China demi menyetop perang dagang. FOTO/Dok.
A A A
JAKARTA - Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa Indonesia bersikap netral terkait perseteruan Amerika serikat (AS)-China yang semakin panas dalam perdagangan internasional .

Kepala Negara berharap perang dagang antara AS dan China bisa berakhir dengan kesepakatan yang baik. Untuk itu, Prabowo menegaskan bahwa Indonesia siap menjadi jembatan antara dua raksasa ekonomi dunia tersebut.

Baca Juga: 2 Senjata Pamungkas China Lawan Amerika dalam Perang Dagang

"Saya berharap pada akhirnya, mereka akan mencapai kesepakatan, saya harap," kata Presiden di sela kunjungan kenegaraan ke Turki, dikutip melalui YouTube Sekretariat Presiden, Sabtu (12/4/2025).

Presiden menegaskan kembali bahwa Indonesia dalam posisi netral atau tidak memihak ke salah satu negara. "Kami menghormati semua negara. Kami menganggap China sebagai teman baik kami. Kami juga menganggap AS sebagai teman baik. Kami ingin menjadi jembatan," tegasnya.

Dalam kesempatan itu, Prabowo juga menegaskan bahwa Indonesia tidak akan memutus hubungan kerja sama dengan China. "Oh tidak mungkin, China sangat dekat dengan Indonesia," katanya.

Baca Juga: Bertemu Presiden Mesir, Prabowo Bahas Geopolitik hingga Isu Strategis

Di bagian lain, Prabowo juga mengatakan bahwa dirinya telah meminta waktu kepada Gedung Putih untuk bertemu dengan Presiden AS Donald Trump untuk bertukar pikiran terkait kebijakan perdagangan AS terhadap Indonesia. "Saya sudah minta waktu, mudah-mudahan ya," ujarnya.

Seperti diketahui, AS menerapkan kebijakan tarif resiprokal terhadap seluruh negara mitra dagangnya, termasuk Indonesia. Gedung Putih memutuskan untuk menerapkan tarif impor sebesar 32 persen bagi Indonesia. Hal itu berkaitan dengan relatif besarnya defisit perdagangan AS terhadap Indonesia yang dinilai menunjukkan adanya ketimpangan.

Terkait dengan itu, Indonesia memastikan akan mengambil jalur negosiasi dan tidak akan melakukan retaliasi terhadap Amerika. Sejauh ini, tarif tersebut belum berlaku setelah Presiden Trump memutuskan untuk melakukan jeda selama 90 hari. Hal itu menjadi kesempatan bagi Indonesia dan negara-negara lainnya untuk melakukan negosiasi dengan Amerika.
(fjo)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Chatib Basri Sangkal...
Chatib Basri Sangkal Ditawari Prabowo Posisi Menkeu Gantikan Purbaya
Dasco Ungkap Tujuan...
Dasco Ungkap Tujuan Prabowo Panggil Chatib Basri-Luhut ke Istana
Setelah Chatib Basri,...
Setelah Chatib Basri, Menkes Merapat ke Istana Temui Prabowo
Bareng Luhut Temui Prabowo,...
Bareng Luhut Temui Prabowo, Chatib Basri Buka Suara soal Isu Gantikan Purbaya
Prabowo Resmi Rilis...
Prabowo Resmi Rilis Aturan Ekspor 3 Komoditas Lewat Satu Pintu, Ini Ketentuannya
Buntut Dugaan Kerja...
Buntut Dugaan Kerja Paksa, Indonesia Terancam Digetok Tarif Baru dari AS
Nanik S Deyang Merapat...
Nanik S Deyang Merapat ke Istana, Mau Lapor Efisiensi Anggaran MBG
Prabowo Bakal Bertemu...
Prabowo Bakal Bertemu JK
Canda Prabowo ke HIPMI:...
Canda Prabowo ke HIPMI: Pengusaha Indonesia Banyak Dosanya
Rekomendasi
Hasil Piala Dunia 2026:...
Hasil Piala Dunia 2026: Meksiko Gulung Afrika Selatan 2-0
Ini 15 Negara yang Mampu...
Ini 15 Negara yang Mampu Memproduksi Jet Tempur Sendiri, Indonesia Kapan?
Meksiko dan Tradisi...
Meksiko dan Tradisi Start Sempurna di Piala Dunia
Berita Terkini
Beban Berat Kelas Menengah...
Beban Berat Kelas Menengah di Tengah Kenaikan Pertamax jadi Rp16.250/Liter
Bahlil Ungkap Penyebab...
Bahlil Ungkap Penyebab Pemadaman Listrik di Sejumlah Daerah, Janji Pulih Cepat
Indodax Diapresiasi...
Indodax Diapresiasi Atas Edukasi dan Pengembangan Pasar Aset Kripto
Harga Pertamax Naik...
Harga Pertamax Naik Rp16.250, Bahlil: Sudah Diperhitungkan Secara Bijak
Lewat Program Pondasi,...
Lewat Program Pondasi, Brahma Binabakti Renovasi Rumah Tak Layak di Muaro Jambi
Harga Pertamax Naik...
Harga Pertamax Naik Jadi Rp16.250, Bos Pertamina: Telah Mempertimbangkan Daya Beli Masyarakat
Infografis
Perang AS-Israel vs...
Perang AS-Israel vs Iran Telah Mengungkap Kelemahan Militer Inggris
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved