Pentingnya Biodiversity Credit untuk Pembangunan Berkelanjutan di Indonesia
Selasa, 15 April 2025 - 19:42 WIB
loading...
Duta Besar Inggris untuk Indonesia, Dominic Jermey mengatakan, bahwa negaranya bangga menjadi salah satu penggagas panel penasihat internasional tentang Kredit Keanekaragaman Hayati. Foto/Dok
A
A
A
JAKARTA - Kredit keanekaragaman hayati (biodiversity credit) merupakan pendekatan inovatif untuk mendorong transisi Indonesia menuju ekonomi yang ramah lingkungan . Ekonomi yang tidak hanya mengurangi dampak negatif terhadap lingkungan, tetapi juga memberikan kontribusi positif bagi pelestarian dan pemulihan alam serta keanekaragaman hayati.
Mekanisme kredit keanekaragaman hayati memungkinkan pelaku bisnis untuk berinvestasi dalam upaya perlindungan dan pemulihan lingkungan. Skema ini tidak hanya menciptakan peluang bisnis yang baru dan inovatif, tetapi juga memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan berkelanjutan , agenda global utama yang mendorong partisipasi aktif dari sektor swasta.
Wakil Ketua Umum Kadin, Shinta Widjaja Kamdani menekankan, bahwa pelaku bisnis memiliki peran strategis dalam mengintegrasikan upaya konservasi ke dalam model bisnis mereka. Menurut Shinta, konservasi keanekaragaman hayati harus menjadi bagian integral dari pembangunan ekonomi.
Baca Juga: Urgensi Literasi Ekonomi Ramah Lingkungan
"Biodiversity credit memberikan kesempatan bagi bisnis untuk berkontribusi pada pelestarian lingkungan dengan cara yang lebih berdampak. Dengan mengintegrasikan mekanisme pasar ke dalam upaya konservasi, kita dapat menciptakan peluang bisnis baru sambil menjaga keseimbangan ekosistem," kata Shinta, dalam diskusi bertema 'Kredit Keanekaragaman Hayati: Peluang dan Tantangan dalam Implementasi dan Ekspansi Bisnis Jasa Ekosistem di Indonesia', Senin (14/4/2025).
Mekanisme kredit keanekaragaman hayati memungkinkan pelaku bisnis untuk berinvestasi dalam upaya perlindungan dan pemulihan lingkungan. Skema ini tidak hanya menciptakan peluang bisnis yang baru dan inovatif, tetapi juga memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan berkelanjutan , agenda global utama yang mendorong partisipasi aktif dari sektor swasta.
Wakil Ketua Umum Kadin, Shinta Widjaja Kamdani menekankan, bahwa pelaku bisnis memiliki peran strategis dalam mengintegrasikan upaya konservasi ke dalam model bisnis mereka. Menurut Shinta, konservasi keanekaragaman hayati harus menjadi bagian integral dari pembangunan ekonomi.
Baca Juga: Urgensi Literasi Ekonomi Ramah Lingkungan
"Biodiversity credit memberikan kesempatan bagi bisnis untuk berkontribusi pada pelestarian lingkungan dengan cara yang lebih berdampak. Dengan mengintegrasikan mekanisme pasar ke dalam upaya konservasi, kita dapat menciptakan peluang bisnis baru sambil menjaga keseimbangan ekosistem," kata Shinta, dalam diskusi bertema 'Kredit Keanekaragaman Hayati: Peluang dan Tantangan dalam Implementasi dan Ekspansi Bisnis Jasa Ekosistem di Indonesia', Senin (14/4/2025).
Lihat Juga :