China Tiba-tiba Ngamuk, Beri Peringatan Keras ke 3 Negara Asia Ini

Selasa, 22 April 2025 - 08:13 WIB
loading...
China Tiba-tiba Ngamuk,...
China memberikan peringatan keras kepada negara-negara di Asia agar tidak membuat kesepakatan perdagangan dengan AS yang merugikan China. FOTO/AP
A A A
JAKARTA - China memberikan peringatan keras kepada negara-negara di Asia agar tidak membuat kesepakatan perdagangan dengan Amerika Serikat (AS) yang merugikan China. Sejumlah negara yang dimaksud antara lain, Taiwan, Jepang dan Korea Selatan (Korsel).

Tiga negara tersebut telah memulai negosiasi dengan Washington setelah Presiden Donald Trump mengumumkan tarif besar-besaran terhadap hampir semua mitra dagang Amerika pada tanggal 2 April. Pajak impor dengan cepat dihentikan sementara terhadap sebagian besar negara setelah pasar panik, tetapi ia meningkatkan tarifnya yang sudah tinggi terhadap China.

"China dengan tegas menentang pihak mana pun yang mencapai kesepakatan dengan mengorbankan kepentingan China," ujar Kementerian Perdagangan China dalam sebuah pernyataan, dilansir dari AP, Selasa (22/4/2025).

"Jika ini terjadi, China tidak akan pernah menerimanya dan dengan tegas akan mengambil tindakan balasan dengan cara yang timbal balik. China bertekad dan mampu menjaga hak dan kepentingannya sendiri."

Baca Juga: Trump Bongkar 8 Kecurangan China dalam Praktik Perdagangan Global

Menteri Keuangan AS Scott Bessent menegaskan, negara-negara yang saat ini sedang merundingkan kesepakatan perdagangan dengan AS harus mendekati China sebagai sebuah kelompok bersama dengan Washington.

"Tarif AS terhadap negara-negara lain adalah penindasan ekonomi," ujar kementerian itu dalam sebuah pernyataan yang dikaitkan dengan juru bicara yang tidak disebutkan namanya.

"Pengekangan tidak dapat membawa perdamaian, dan kompromi tidak dapat memenangkan rasa hormat," tambahnya. "Untuk kepentingan egois sementara seseorang, mengorbankan kepentingan orang lain dengan imbalan apa yang disebut pengecualian adalah seperti mencari kulit harimau. Pada akhirnya hanya akan gagal di kedua sisi dan merugikan orang lain tanpa menguntungkan diri mereka sendiri."

Baca Juga: China Mengancam Negara-negara yang Negosiasi Tarif dengan Trump

China mengatakan bahwa mereka terbuka untuk melakukan pembicaraan dengan Washington, tetapi belum ada kemajuan yang berarti. Trump menjadikan China sebagai target tarifnya yang paling tinggi dengan memberlakukan beberapa putaran tarif dengan total bea masuk 145% untuk impor China.

Beijing telah membalas dengan tarif 125% pada impor AS. Tarif tersebut telah membuat para eksportir takut dan pengiriman terhenti, sekaligus mengancam akan menyeret ekonomi global.

(nng)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
AS-Iran Kembali Saling...
AS-Iran Kembali Saling Balas Serangan, Harga Minyak Langsung Mendidih
Genderang Perang Dagang,...
Genderang Perang Dagang, Trump Ancam Tarif 100% yang Berani Pajaki Google, Meta, dan Apple!
Panda Bond Akan Manfaatkan...
Panda Bond Akan Manfaatkan Skema LCT, Bisa Tambah Cadev USD50 Miliar
10 Negara dengan Biaya...
10 Negara dengan Biaya Hidup Termahal di Dunia pada 2026, Ada Tetangga Indonesia
Bukan Utang, Purbaya...
Bukan Utang, Purbaya Tegaskan Pendanaan AIIB Rp303 Triliun Murni Investasi
Penerbitan Panda Bond...
Penerbitan Panda Bond Mundur ke Akhir Juli, Purbaya Incar Likuiditas Jumbo
Trump Ingin Beri Turki...
Trump Ingin Beri Turki Jet Tempur Siluman F-35 AS, Kongres Siap Blokir dengan Alasan S-400 Rusia
Menipu hingga Rp17,8...
Menipu hingga Rp17,8 Triliun untuk Hidup Mewah, Miliarder Ini Dipenjara 30 Tahun
Mengapa Pangkalan-pangkalan...
Mengapa Pangkalan-pangkalan Militer AS di Teluk Akan Berakhir? Ini Analisisnya
Rekomendasi
Indonesia-Singapura...
Indonesia-Singapura Teken MoU Jaga Lingkungan Hidup
Histeria Ojol dan Kerentanan...
Histeria Ojol dan Kerentanan Ekstrem Pekerja 'Gig Economy'
5 Alasan Putin Menolak...
5 Alasan Putin Menolak Perjanjian Batasan Serangan Jarak Jauh dengan Ukraina
Berita Terkini
Topremit Catat 300.000...
Topremit Catat 300.000 Pengguna, Remitansi Digital Kian Digemari
IHSG Pagi Ini Anjlok...
IHSG Pagi Ini Anjlok Lebih 1%, Balik ke Level 5.700-an
Perkuat Industri Maritim,...
Perkuat Industri Maritim, BKI Dorong Kolaborasi PIKKI Bersama PT PAL
Sensus Ekonomi 2026...
Sensus Ekonomi 2026 Jadi Navigasi Pembangunan Nasional
Pendapatan Melonjak...
Pendapatan Melonjak 47,7%, KPIG Raih Laba Bersih Rp724,2 Miliar di 2025
MNC Asia Holding Raup...
MNC Asia Holding Raup Laba Bersih Rp1,4 Triliun di 2025, Setujui Private Placement 8,6 Miliar Saham
Infografis
Keras! 5 Negara Ini...
Keras! 5 Negara Ini Terapkan Hukuman Mati untuk Koruptor
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved