Sektor Informal Masih Tumpuan, Ada 10.000 Lowongan Pekerja Rumah Tangga di 2025

Kamis, 24 April 2025 - 14:29 WIB
loading...
Sektor Informal Masih...
Sektor informal masih menjadi tumpuan, pekerjaan rumah tangga—seperti ART, babysitter, hingga caregiver—menjadi peluang penting bagi mereka yang ingin bekerja cepat dan tanpa persyaratan pendidikan tinggi. Foto/Dok Ilustrasi
A A A
JAKARTA - Di tengah meningkatnya angka pengangguran dan tantangan ekonomi pasca-pandemi, sektor informal masih menjadi tumpuan sebagian besar masyarakat Indonesia. Data Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat bahwa pada Februari 2024 terdapat lebih dari 7,2 juta orang pengangguran di Indonesia, dengan mayoritas berasal dari latar belakang pendidikan dasar hingga menengah.

Dalam konteks ini, pekerjaan rumah tangga -seperti asisten rumah tangga (ART) , babysitter, hingga caregiver- menjadi peluang penting bagi mereka yang ingin bekerja dengan cepat dan tanpa persyaratan pendidikan tinggi.

Baca Juga: Upah Pembantu Rumah Tangga dan Kenaikan BBM Penyumbang Inflasi Jakarta

Melihat kebutuhan pasar dan potensi penyerapan tenaga kerja di sektor ini, PT Cicana Indonesia Corp (Cicana) atau dikenal sebagai Cicana, sebuah perusahaan digital penyedia dan penempatan tenaga kerja rumah tangga, secara resmi mengumumkan pembukaan 10.000 lapangan kerja baru di tahun 2025.

Cicana mencatat, saat ini lebih dari 1.000 calon majikan atau keluarga menghubungi platform Cicana setiap bulannya, dengan permintaan terbanyak berasal dari wilayah Jabodetabek dan kota-kota besar di Pulau Jawa.

Didukung sistem digital dan manajemen SDM modern, Cicana hadir sebagai solusi rekrutmen yang resmi dan diakui oleh pemerintah, dengan telah mengantongi sertifikat standar OSS dan Kementerian Ketenagakerjaan RI, serta terdaftar dalam KBLI 78103 – Aktivitas Penempatan Pekerja Rumah Tangga (APPRT).

Perusahaan ini membuka lowongan kerja untuk kategori tinggal menetap (live-in) maupun pulang-pergi (live-out), dengan posisi seperti ART, babysitter, nanny, caregiver, hingga perawat lansia.

Yang membedakan Cicana dari lembaga penyalur konvensional adalah komitmennya terhadap transparansi dan perlindungan pekerja. Pendaftaran dilakukan secara gratis, tidak ada pemotongan gaji, serta tidak ada penahanan dokumen pribadi pekerja.

Semua proses dapat diakses dari rumah melalui ponsel, tanpa harus datang ke kantor pusat, membuatnya lebih mudah dijangkau oleh pencari kerja dari berbagai daerah.

"Kami melihat realita bahwa masih banyak pekerja rumah tangga yang tidak mendapatkan perlindungan yang layak. Cicana hadir untuk mengubah paradigma itu. Di Cicana, pekerja diperlakukan sebagai mitra, bukan sebagai objek eksploitasi. Kami ingin jadi jembatan antara kebutuhan majikan dan hak-hak pekerja yang harus dihormati," tegas CEO Cicana, Annisa Kartika.

"Dengan target 10.000 lowongan kerja yang kami buka tahun ini, kami optimis bisa memberikan kontribusi nyata dalam mengurangi pengangguran-khususnya bagi mereka yang memiliki keterampilan praktis namun tidak punya akses kerja formal. Cicana menjawab kebutuhan pasar dan memastikan keadilan bagi para pekerja," ungkap Bagus Dwi Prasetyo, Founder Cicana.

Baca Juga: ART Mudik, GASBAR Mempermudah Pekerjaan Rumah

Platform Cicana memungkinkan proses matching antara calon pekerja dan majikan secara cepat dan aman, dengan sistem evaluasi profil dan pelatihan dasar sebelum penempatan. Hal ini memberikan rasa aman bagi kedua belah pihak-baik pekerja maupun pengguna jasa.

(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Pendaftaran Pelatihan...
Pendaftaran Pelatihan Vokasi Batch 3 Resmi Dibuka, Kuotanya 20 Ribu Peserta
BUMN Ekspor PT DSI Bakal...
BUMN Ekspor PT DSI Bakal Diisi Pekerja Asing, Ini Tugasnya
Baru 27% Pekerja RI...
Baru 27% Pekerja RI Punya Keterampilan Digital, Menaker: Jauh di Bawah Standar Global
Menyoroti Pergeseran...
Menyoroti Pergeseran Peran Tenaga Kerja di Tengah Perkembangan Kebutuhan Lintas Industri
Link and Match Pendidikan-Dunia...
Link and Match Pendidikan-Dunia Kerja, Wilmar Dukung Program Magang Mahasiswa
Separuh Pengusaha RI...
Separuh Pengusaha RI Setop Ekspansi 5 Tahun ke Depan, Lapangan Kerja Terancam Lesu
ART asal Indonesia Dianiaya...
ART asal Indonesia Dianiaya di Malaysia, DPR Minta Kemlu Lobi agar Pelaku Dihukum Berat
Ancam 6 Juta Tenaga...
Ancam 6 Juta Tenaga Kerja, Wacana Kemasan Polos Harus Dibatalkan
Diperiksa Buntut Laporan...
Diperiksa Buntut Laporan Eks ART, Erin Wartia Beberkan Rekaman CCTV
Rekomendasi
Ungkap Penyebab Gaji...
Ungkap Penyebab Gaji Guru Tidak Naik, Prabowo: Uangnya Nggak Ada
Tio Pakusadewo Ungkap...
Tio Pakusadewo Ungkap Gejala Aneh Sebelum Alami Gangguan Jantung: Cegukan 2 Bulan Gak Berhenti!
Tanda-tanda Ponsel Anda...
Tanda-tanda Ponsel Anda sedang Diawasi yang Perlu Diketahui
Berita Terkini
IHSG Pagi Ini Dibuka...
IHSG Pagi Ini Dibuka Menguat 0,44 Persen ke Level 6.128
MSCI Tahan Status Emerging...
MSCI Tahan Status Emerging Market Indonesia, OJK Pastikan Reformasi Pasar Modal Jalan Terus
Hasil RUPST MNC Energy...
Hasil RUPST MNC Energy Investments untuk Tahun Buku 2025
Pasar Modal RI Terancam...
Pasar Modal RI Terancam Turun Kasta ke Frontier Market, MSCI Ultimatum hingga November 2026
240 BUMN Tak Produktif...
240 BUMN Tak Produktif Dibubarin Prabowo: Tidak Untung, Rugi Terus
Persaingan Pasar Game...
Persaingan Pasar Game Valorant, Intip Strategi Ekspansi Tokovalorant
Infografis
10 Bendera Negara Paling...
10 Bendera Negara Paling Unik di Dunia, Ada yang Bergambar Naga
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved