Bank Aladin Kantongi Pendapatan Rp613 Miliar, Tumbuh 84% di 2024
Jum'at, 25 April 2025 - 17:27 WIB
loading...
A
A
A
Selain itu, dana pihak ketiga dalam bentuk simpanan mudharabah juga mengalami kenaikan signifikan, mencapai Rp5,4 triliun. Pencapaian tersebut mencerminkan kepercayaan nasabah yang semakin meningkat terhadap layanan perbankan syariah digital yang dihadirkan Bank Aladin.
Meskipun ada peningkatan pembiayaan yang cukup tinggi sepanjang tahun, Bank Aladin berhasil menjaga tingkat pembiayaan bermasalah (Non-Performing Financing/NPF) pada level yang sangat rendah, yakni 0,03 persen. Ini menunjukkan pengelolaan risiko yang baik dan disiplin dalam pengelolaan portofolio pembiayaan.
Koko menjelaskan pencapaian positif ini juga didorong oleh berbagai inisiatif strategis yang dijalankan sepanjang tahun. Salah satunya adalah optimalisasi ekosistem Alfamart, yang memperluas jaringan layanan keuangan berbasis komunitas melalui lebih dari 20.000 gerai di seluruh Indonesia. Hal ini turut mendorong inklusi keuangan dan memperluas penetrasi nasabah baru secara efisien.
Selain itu, Bank Aladin terus berinovasi dengan meluncurkan berbagai fitur digital baru seperti Ala Deposito, Ala Impian, Ala Berbagi, Banking as a Service, serta layanan syariah end-to-end yang memudahkan nasabah dalam melakukan transaksi, menabung, dan sedekah secara rutin dan otomatis.
Bank Aladin juga memperluas kemitraan strategis dengan berbagai institusi keuangan, fintech, dan mitra B2B untuk mempercepat distribusi produk serta meningkatkan akuisisi pengguna dan dana pihak ketiga. Penerapan efisiensi operasional berbasis teknologi juga menjadi prioritas bank ini, dengan fokus pada peningkatan proses credit scoring, manajemen risiko, dan otomatisasi layanan nasabah yang berdampak pada penurunan biaya operasional.
Meskipun ada peningkatan pembiayaan yang cukup tinggi sepanjang tahun, Bank Aladin berhasil menjaga tingkat pembiayaan bermasalah (Non-Performing Financing/NPF) pada level yang sangat rendah, yakni 0,03 persen. Ini menunjukkan pengelolaan risiko yang baik dan disiplin dalam pengelolaan portofolio pembiayaan.
Koko menjelaskan pencapaian positif ini juga didorong oleh berbagai inisiatif strategis yang dijalankan sepanjang tahun. Salah satunya adalah optimalisasi ekosistem Alfamart, yang memperluas jaringan layanan keuangan berbasis komunitas melalui lebih dari 20.000 gerai di seluruh Indonesia. Hal ini turut mendorong inklusi keuangan dan memperluas penetrasi nasabah baru secara efisien.
Selain itu, Bank Aladin terus berinovasi dengan meluncurkan berbagai fitur digital baru seperti Ala Deposito, Ala Impian, Ala Berbagi, Banking as a Service, serta layanan syariah end-to-end yang memudahkan nasabah dalam melakukan transaksi, menabung, dan sedekah secara rutin dan otomatis.
Bank Aladin juga memperluas kemitraan strategis dengan berbagai institusi keuangan, fintech, dan mitra B2B untuk mempercepat distribusi produk serta meningkatkan akuisisi pengguna dan dana pihak ketiga. Penerapan efisiensi operasional berbasis teknologi juga menjadi prioritas bank ini, dengan fokus pada peningkatan proses credit scoring, manajemen risiko, dan otomatisasi layanan nasabah yang berdampak pada penurunan biaya operasional.
Lihat Juga :