Iwan Sunito Bagikan Tips Sukses Bisnis di Industri Properti Australia

Minggu, 27 April 2025 - 00:10 WIB
loading...
A A A
“Pengalaman puluhan tahun serta kepercayaan besar dari investor yang telah loyal selama lebih dari 20 tahun menjadi kekuatan terbesar kami. Kini investor kami tersebar di seluruh dunia, dari individu hingga institusi. Saya selalu percaya, bahwa kepercayaan besar datang dari kepercayaan-kepercayaan kecil," katanya.

Setelah empat dekade bermukim di Sydney, Iwan mengakui Australia memberikan peluang besar bagi mereka yang berani mengambilnya. Setelah mempertimbangkan berbagai pilihan investasi di Asia Pasifik seperti Vietnam, Kamboja, Singapura, Malaysia, dia meyakini Australia adalah pilihan terbaik dari segi stabilitas, keamanan, aksesibilitas, serta potensi ekonomi jangka panjang.

“Berawal dari gaji tahunan hanya Rp250 juta, kini saya mengelola portofolio dengan proyek bernilai Rp5 triliun hingga Rp25 triliun. Saya sungguh berterima kasih kepada ayah atas kebijaksanaannya, yang mengatakan ‘Australia tidak sempurna, tapi ini pilihan terbaikmu,’” pungkasnya.

Tips Investasi dan Bisnis di Australia
Bagi calon investor dan pebisnis di Indonesia yang ingin merambah Australia, Iwan Sunito berbagi tiga tips penting. Pertama, Temukan bisnis yang ingin Anda kembangkan . Berinvestasilah pada bidang yang membuat Anda antusias dan ingin memperdalam pengetahuan. Seperti mahasiswa yang bekerja untuk meningkatkan keterampilan hingga akhirnya mampu membuka bisnis sendiri. Mulailah dari bisnis kecil dan bertumbuhlah perlahan.

Kedua, Cari dan Investasikan pada bisnis partner yang memiliki skala dan keahlian. Ikuti tren investasi yang terbukti berhasil, seperti investor Jepang yang fokus mencari bisnis yang sudah memiliki skala, keahlian khusus, serta catatan keberhasilan yang terbukti. Jangan coba sendirian karena kompetitor lokal pasti jauh lebih unggul dalam pemahaman pasar lokal yang diperoleh selama puluhan tahun.

Ketiga, Temukan mitra bisnis yang dapat dipercaya. Kepercayaan yang kuat hanya bisa dibangun melalui rekam jejak mitra yang transparan selama 10 atau bahkan 20 tahun. Iwan mengaku pernah terburu-buru memasuki joint venture tanpa pengecekan latar belakang yang memadai.

Walaupun akhirnya tidak mengalami kerugian finansial, pengalaman tersebut sangat menegangkan karena mitra lokal yang ternyata suka menggunakan jalur hukum untuk mengunci dan menekan mitra bisnisnya. Seperti kata Warren Buffett, "Jangan pernah berbisnis dengan seorang penipu, karena kontrak sekuat apapun tidak akan bisa melindungimu."
(poe)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Garap Proyek Properti...
Garap Proyek Properti Baru, Kinnara Capital Gandeng TSG Construction Indonesia
One Global Capital Gelar...
One Global Capital Gelar Roadshow, Hadir di Kota Utama Indonesia dan Asia
Buka Cabang Semarang,...
Buka Cabang Semarang, Linktown Bidik Penjualan Rp500 Miliar per Tahun di Jateng
Mengukur Potensi Properti...
Mengukur Potensi Properti dan Bisnis dari Arah Perkembangan Kawasan
DADA Ungkap Strategi...
DADA Ungkap Strategi Bisnis Properti di Program Mini MBA Real Estate CSEL UI
Jawab Kebutuhan Pasar,...
Jawab Kebutuhan Pasar, Park Serpong Hadirkan Hunian Mulai Rp330 Juta-996 Jutaan
2 Ganda Putra Indonesia...
2 Ganda Putra Indonesia Ditarik dari Australian Open 2026
Australia Sita 100.000...
Australia Sita 100.000 Kecoak Selundupan, Harganya Rp2,5 Miliar
Kemendikdasmen Gandeng...
Kemendikdasmen Gandeng Australia Ciptakan Sekolah Aman dan Nyaman
Rekomendasi
Kejagung Geledah 6 Lokasi...
Kejagung Geledah 6 Lokasi terkait Korupsi MBG, Sasar Kantor dan Rumah Tersangka di Jakarta hingga Bandung
Iran Tinjau Lagi Perundingan...
Iran Tinjau Lagi Perundingan dengan AS setelah Eskalasi Terbaru
Kembangkan Kasus Gading...
Kembangkan Kasus Gading Gajah, Polda Riau Telusuri Aliran Dana Rp1,8 Miliar
Berita Terkini
Bahlil Ungkap Penyebab...
Bahlil Ungkap Penyebab Pemadaman Listrik di Sejumlah Daerah, Janji Pulih Cepat
Indodax Diapresiasi...
Indodax Diapresiasi Atas Edukasi dan Pengembangan Pasar Aset Kripto
Harga Pertamax Naik...
Harga Pertamax Naik Rp16.250, Bahlil: Sudah Diperhitungkan Secara Bijak
Lewat Program Pondasi,...
Lewat Program Pondasi, Brahma Binabakti Renovasi Rumah Tak Layak di Muaro Jambi
Harga Pertamax Naik...
Harga Pertamax Naik Jadi Rp16.250, Bos Pertamina: Telah Mempertimbangkan Daya Beli Masyarakat
Janji Manis Ledakan...
Janji Manis Ledakan Ekonomi Piala Dunia 2026, Awas! Tensi Geopolitik Bisa Bikin Zonk
Infografis
Ranking FIFA Terbaru:...
Ranking FIFA Terbaru: Argentina Gusur Spanyol di Puncak, Indonesia Meroket 4 Tingkat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved