Airlangga Laporkan Perkembangan Terbaru Nogosiasi Tarif AS ke Prabowo
Senin, 28 April 2025 - 15:23 WIB
loading...
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto. FOTO/dok.SindoNews
A
A
A
JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto melaporkan perkembangan terbaru negosiasi perdagangan antara Indonesia dan Amerika Serikat (AS) kepada Presiden Prabowo Subianto hari ini.
Menurut Airlangga, pertemuan dengan berbagai pejabat tinggi AS, termasuk USTR, Secretary of Commerce, National Economic Council, serta perwakilan perusahaan teknologi seperti Amazon dan Google, membuahkan apresiasi atas langkah konkret Indonesia dalam memperkuat hubungan perdagangan kedua negara.
Baca Juga: Negosiasi Tarif, Airlangga Sebut AS Apresiasi Proposal dari Indonesia
Airlangga menjelaskan bahwa surat dari pemerintah Indonesia yang diajukan pada 7 dan 9 April 2025 dinilai komprehensif oleh pihak AS. Surat tersebut tidak hanya menyinggung soal tarif perdagangan, namun juga mencakup isu-isu non-tarif serta rencana Indonesia untuk menyeimbangkan neraca perdagangan.
"Saya laporkan ke presiden bahwa secara prinsip apa yang ditawarkan indonesia dalam bentuk surat yang diajukan tanggal 7 dan 9 mendapat apresiasi dari amerika, karena surat yang diberikan indonesia relatif komprehensif, tidak hanya bicara mengenai tarif tapi non tariff," kata Airlangga dalam keterangan pers, Senin (28/4/2025).
Menurut Airlangga, pertemuan dengan berbagai pejabat tinggi AS, termasuk USTR, Secretary of Commerce, National Economic Council, serta perwakilan perusahaan teknologi seperti Amazon dan Google, membuahkan apresiasi atas langkah konkret Indonesia dalam memperkuat hubungan perdagangan kedua negara.
Baca Juga: Negosiasi Tarif, Airlangga Sebut AS Apresiasi Proposal dari Indonesia
Airlangga menjelaskan bahwa surat dari pemerintah Indonesia yang diajukan pada 7 dan 9 April 2025 dinilai komprehensif oleh pihak AS. Surat tersebut tidak hanya menyinggung soal tarif perdagangan, namun juga mencakup isu-isu non-tarif serta rencana Indonesia untuk menyeimbangkan neraca perdagangan.
"Saya laporkan ke presiden bahwa secara prinsip apa yang ditawarkan indonesia dalam bentuk surat yang diajukan tanggal 7 dan 9 mendapat apresiasi dari amerika, karena surat yang diberikan indonesia relatif komprehensif, tidak hanya bicara mengenai tarif tapi non tariff," kata Airlangga dalam keterangan pers, Senin (28/4/2025).
Lihat Juga :